Saat itu di sebuah sekolah, nampak Riki dan juga Adi, tengah membicarakan rumor akun fb itu, Riki mengetahui kisah itu dari internet di salah satu blog.
Adi dengan lantang berkata, "hahahaha... Itu mah orang iseng ! Ga usah percaya lah"
Tapi kemudian riki berkata. "kalo lo. Ga percaya, coba berani kaga! Lo add akun itu!!”
Adi lalu terdiam, ia mengeluarkan ponselnya yang ia taruh di dalam tas, lalu Adi membuka aplikasi Opera Mini di ponselnya, Adi masuk ke situs facebook, tanpa basa-basi, Adi pun mencari akun bernama 'darah itu merah' Riki nampak tercengang dengan kelakuan temannya itu, tanpa basa-basi Adi pun mengirim permintaan teman kepada akun itu!!!
Treett ~
Bel pun berbunyi, tanda masuk pelajaran. Riki nampak kembali ke bangkunya, Riki duduk di depan, sementara Adi duduk paling pojok. Sendirian, kala itu pelajaran bahasa indonesia! Kelas nampak serius, ibu guru itu, memberikan tugas, dan menyuruh murid membuka buku bahasa indonesia halaman 11, beda dengan lainnya, Adi malah keasyikan facebookan, ia menyembunyikan ponselnya di balik tas, Adi bukannya membuka halaman 11 bukunya, malah Online saat pelajaran di mulai ....!! Adi nampak serius mengomentari status pacarnya yang masih duduk di kelas 3 SMP. Riki dari depan, nampak berbalik ke belakang melihat keadaan Adi, Riki nampak cemas, dengan yang dilakukan Adi tadi, mengirim permintaan pertemanan ke akun misterius itu, tak terasa waktu pun berakhir, mereka pun bersiap pulang, kala itu Riki dan Adi bersiap pulang, Adi membawa sepeda motor sementara Riki selalu ikut nebeng bersama Adi, karena jalur pulang mereka sama, di perjalanan pulang, saat Adi mengendarai motornya.
Riki berkata pada Adi, "bro, serius nih , lebih baik lu nonaktifin akun lo!"
Adi tertawa sambil kepalanya agak menengok ke samping, "alah, ga usah lebay ah, udah biasa rumor begituan di dunia maya. Cuma kerjaan orang iseng aja"
brmmmmm~
Adi mengencangkan laju kendaraannya, singkat cerita. Sampailah di dekat tempat tinggal Riki.
"Brow.. Tengks"
Riki turun dari motor. Sementara Adi kembali melanjutkan perjalanannya pulang, ia hanya tinggal melewati belokan dan pertigaan. Adi pun tiba di rumahnya.
"Udah pulang, nak" Ucap ibunya.
"Iya, bu" Ucap adi sambil mencium tangan ibunya.
Adi pun masuk ke dalam kamarnya, Adi sejenak beristirahat sambil sms-an dengan pacarnya, sampai akhirnya sore hari, setelah Adi mandi. Adi nampak duduk-duduk di teras rumah, sekitar pukul 5 sore, Adi lalu membuka aplikasi Opera Mini di ponselnya, tentu saja yang di buka pertama kali ialah facebook. Adi memasukan e-mail dan paswordnya, setelah masuk, Adi melihat notifikasi diatas beranda. Putri Nindita mengomentari statusnya.
KEMUDIAN DI BAWAH NYA,
Darah itu merah menerima permintaan pertemanan anda. Adi dengan cepat mengklik komentar terbaru pacarnya, Adi nampak tersenyum membaca tulisan pacarnya itu, setelah membalas komentar. Adi penasaran dengan akun itu, ya akun 'darah itu merah' Adi kemudian masuk ke profil akun itu, disana Adi nampak kaget, karena di dalam album fotonya terdapat foto-foto orang meninggal dengan sadis, ada yang potong nadi tangan, gantung diri dll.
"Haha.. Dari mana, nih orang dapet foto gini" Gumam Adi.
Saat itu!! Saat Adi kembali ke beranda. Ia nampak kaget, karena tertera pemberitahuan baru di atas berandanya. Darah itu merah mengirim sesuatu pada dinding anda. Dengan cepat Adi melihat profilnya. Di dinding Adi, nampak tulisan bertuliskan, (terima kasih atas konfrimasinya, tunggulah sampai tiba waktunya) Adi dengan muka sinis, mengomentari wall itu, ia menulis, (gaje lu, kurang kerjaan ya)
"Mana , nih kaga bales komenan gua" Ucap Adi.
Tak terasa waktu pun sudah hampir magrib, Adi jika sudah OL pasti lupa waktu, akun "darah itu merah" tak membalas komentar Adi. Adi pun menutup aplikasi Opera Mininya, Adi berjalan masuk kedalam rumah.
"Di, anter ibu ke rumah bu haji Agus. Ibu mau bayar arisan" Ucap ibunya.
Dengan cepat Adi mengeluarkan sepeda motornya, lalu ia mengantar sang ibu pergi ke rumah yang dituju, tak jauh memang Ibunya dibonceng Adi, singkat kisah, mereka pun sampai di rumah yang dituju ibunya itu.
"Kamu tunggu disini," Ucap ibunya.
Ibu Adi nampak masuk kedalam rumah itu, sementara Adi menunggu di pinggir jalan, Adi duduk-duduk di atas motornya, kala itu belum jam 7 malam, suasana jalanan sangat ramai.
"Ah, ibu kebiasaan.. Kalau udah ngobrol suka lupa waktu" Gumam Adi.
Adi pun mengirim sms pada pacarnya tapi, tak ada balasan.
"Ya elah, tu cewek kemana sih" Ucap Adi nampak kesal karena bosan menunggu ibunya, ia pun kembali membuka aplikasi Opera Mini.
Seperti biasa membuka situs facebook. Adi melihat akun pacarnya, tapi tak ada aktivitas baru, nampaknya ia tak OL. Adi dengan penasaran kembali membuka profil akun "darah itu merah" saat itu!!! Adi nampak kaget.
"Anjritt , ni orang mau ngajak berantem. Ngapain pasang foto gue di akunnya!!"
Adi marah-marah! Dan kesal! Karena akun itu memasang foto dia, bahkan yang paling membuat Adi marah, foto nya ditambah coretan X berwarna merah, Adi dengan kesalnya menulis sebuah kalimat di dinding akun itu, ia menulis. (woi, kalo lo cukup jantan! Sini lo datangin gua, bukan beraninya di dunia maya,) baru 1 menit tulisan itu terpajang di wall itu, sudah ada balasan.
Akun 'darah itu merah' mengomentari wall Adi, ia menulis (coba lihat sekeliling mu)
Adi, nampak melihat ke arah sekeliling jalan itu.
"Ah, orang kurang kerjaan ! Anj*n*" Ucapnya.
Tapi saat Adi menatap ke arah sebrang jalan, ia kaget se kaget-kagetnya, di sebrang jalan. Nampak sosok memakai jubah hitam, sosok itu menatap tajam ke arah Adi. Adi setengah tak percaya. Kemudian dari belakang, seseorang menepuk punggungnya.
"Heh, malah ngelamun" Ucap ibunya.
"Aduh, bu... Bikin kaget aja ah" Ucap Adi.
Mereka pun pulang kembali ke rumah. Di rumah, Adi memang tinggal bersama ibunya. Ia sudah lama di tinggal meninggal oleh ayahnya, malam harinya sekitar pukul 10 malam. Adi nampak duduk-duduk di teras rumah, sambil merokok ia ber-telepon ria dengan pacarnya, (ngerokok mulu deh ,kamu itu yank) ucap pacar Adi.
Adi menjawab, (habisnya, kalo ga ngerokok... Rasanya gak asik) ucap Adi.
Kemudian pacar Adi berkata (hm... Bau tau, mulut kamu jadi bau rokokk, ya udah ga akan aku kasih kiss) Adi tertawa-tawa.
(Hhahaha, iya deh... Nanti aku bakal kurangin ngerokok demi kamu) terdengarlah panggilan dari ibunya.
"Adi,, udah malem.. Cepet tidur , besok kan sekolah"
Adi dengan cepat mematikan rokoknya lalu melempar rokok itu ke arah tanah. Adi pun masuk ke dalam kamarnya, Adi memang anak penurut. Ia selalu mentaati apa kata ibunya, ternyata tanpa sepengetahuan Adi, rokok bekas Adi, nampak mengeluarkan api, sampai-sampai rokok itu hangus, dan api itu pun padam. Di dalam kamar, Adi tak bisa memejamkan mata. Adi pun mulai teringat kejadian tadi di facebook, ia dengan penasaran membuka lagi facebook. Lalu saat ia masuk ke profilnya.
"AAAAAAA"
Adi berteriak karena diprofilnya akun itu mengirim sebuah foto. Foto gambar orang memotong nadi tangannya, dengan mata melotot.
"Anjin* gua kaget, sialan tu orang !! Gua blokir lu!"
Adi hendak memblokir akun itu, tapi saat itu tertulis tulisan,
- ERROR –
"Ah, nape nih, pake error segala"
Tiba-tiba saja ia tidak mengakses facebooknya, Adi tak ambil pusing, lalu ia pun menyimpan ponselnya, dan menarik selimut!! Saat Adi memejamkan mata, pintu kamarnya, ada yang mengetuk, tok tok tok, Adi membuka matanya lagi, ia menatap ke arah pintu kamarnya yang tertutup rapat.
"Bu? Apa itu ibu? Ada apa?" Teriak Adi.
Adi dengan langkah perlahan berjalan ke depan pintu, lalu ia membuka pintu dengan perlahan. Saat pintu itu terbuka, nampak sang ibu berdiri terpaku disana, kepalanya tertunduk ke bawah.
"Bu? Kenapa bu?” Ucap Adi.
TIBA-TIBA SAJA!!!
Ibu Adi, mengacungkan sebuah pisau tajam, Adi kaget, ia terjatuh ke belakang.
"Bu,, ibu mau ngapain bu" Ucap Adi dengan gemetaran.
Kemudian sosok mirip ibunya itu berjalan pelan menghampiri Adi, Adi berdiri, lalu Adi melawan sosok itu dengan memegang tangannya, Adi berusaha mengambil pisau itu, tapi sayang, sosok mirip ibunya itu nampak melawan, Adi tak kuat menahan tenaga sosok itu, sampai akhirnya, sosok itu memegang erat tangan kanan Adi, lalu ...
SRETTTTT ~
Sosok itu memotong nadi tangan kanan Adi.
"Aaaaaaarg" Adi kesakitan.
"Ibu,, kenapa bu" Ucap Adi sambil terjatuh ke lantai.
Darah bercucuran keluar membasahi tangan Adi, saat Adi tak bisa bergerak karena kesakitan, Adi melihat sosok mirip ibunya itu sudah tidak ada, yang ada hanyalah sebuah pisau tajam tergeletak di lantai Adi berusaha berteriak, tapi suaranya tak keluar juga. Adi benar-benar berada dalam alam bawah sadar, Adi melihat darah bercucuran banyak di lantai, ia sendiri terbaring di lantai itu, Adi matanya nampak menutup. Adi ternyata tewas, pagi harinya saat sang ibu ke kamar Adi untuk membangunkannya, sang ibu histeris melihat anaknya sudah tak sadarkan diri dengan darah begitu banyaknya bercucuran di lantai, baju Adi penuh darah, muka Adi nampak pucat. Matanya tertutup. Ibu Adi meminta tolong tetangga sekitar, singkat cerita, Adi pun dibawa ke Rumah Sakit, nyawanya tak tertolong, ya jelas saja.. Karena ia kehilangan begitu banyak darah!!! Ibu Adi menangis tak henti-hentinya, lalu polisi berkata, bahwa ini adalah kasus bunuh diri, ibu Adi tak menyangka anak semata wayangnya yang penurut itu mengakhiri hidupnya dengan b
unuh diri, kabar kematian Adi sudah menyerebak di sekolahnya, mereka teman-teman sekolah Adi tak percaya Adi bunuh diri, karena selama ini Adi adalah anak yang baik. Tapi hanya Riki lah yang tau kisah sebenarnya, Riki nampak kaget mendengar kabar ini, Riki tak berkata apapun pada orang lain perihal akun kutukan itu, Riki benar-benar di buat gila! 3 hari setelah kematian Adi, Riki sedang asyik main Point Blank di warnet, saat itu ia membuka facebook. Dan, saat Riki melihat di beranda ia kaget!! Dan terkejut!!
Di sana tertulis, (Darah itu merah ingin menjadi teman anda) Riki, sangat ketakutan karena di beranda fb nya terlihat sebuah permintaan pertemanan dari akun kutukan itu, ya dari akun bernama ''darah itu merah'' Riki, tangannya gemetaran. Sampai-sampai ia kesulitan untuk menggerakan mouse itu. Riki berusaha menolak permintaan pertemanan itu. Tapi sayangnya, situs facebook itu nampak tak merespon. Riki sangat ketakutan. Akhirnya, Riki dengan cepat mengeluarkan akun facebooknya itu. Ia kemudian berlari menuju server warnet, dan membayarnya,
"Tumben, udahan" Ucap si mas penjaga warnet itu.
Tapi riki tak berkata apa-apa. Riki bergegas meninggalkan warnet itu, ia sepertinya benar-benar ketakutan. Sesampainya dirumah, ia nampak banyak melamun, kemudian ayahnya berkata,
“Ada apa..?” Riki hanya menjawab, bahwa ia sedang tidak enak badan.
Sore itu, ia kemudian teringat kenangan saat Adi masih hidup, di dalam pikiran Riki, kemudian terlintas kejadian itu, saat Adi dan ia tengah membicarakan akun kutukan itu.
Malam harinya, keadaan rumah seperti biasa. Ayahnya, sibuk dengan ikan di akuarium. Sementara ibu, menonton TV. Riki sendiri, asyik bermain gitar di kamarnya.
"ki, tolong ambilin makanan ikan di atas," Ucap ayahnya.
Riki pun keluar kamar, "Apa yah?" Ucapnya.
"Itu, ambilin makanan ikan di atas deket lemari" Ucap ayahnya, Riki pun naik ke lantai dua, ia berjalan pelan menuju lemari itu, ia pun mengambil makanan ikan itu, lalu berjalan kembali menuruni tangga. Tapi saat melewati kamar adiknya, Riki sejenak terdiam, ia melihat adiknya tengah asyik di depan komputer.
"ki,, cepet" Teriak ayahnya.
Lalu Riki pun memberikan makanan ikan itu, singkat cerita riki terlelap!! Ia tak sadar, bahwa komputernya menyala sendiri, bahkan sekarang sudah masuk ke laman situs facebook, tiba – tiba mouse itu kembali bergerak, dan mengarahkan kursor ke permintaan pertemanan akun kutukan!! Saat itu tiba-tiba saja!!! Masuk adik Riki,
"Aduh, kakak udah. Tidur!"
Lalu sang adik melihat ke arah komputer kakaknya yang masih menyala!! Adiknya menghampiri komputer itu, lalu ia berkata, "hadeh, katanya gak boleh masuk fb dulu. Sendirinya malah fb-an sampe ketiduran," Lalu sang adik melihat di beranda kakaknya nampak sebuah permintaan pertemanan. "darah itu merah" adiknya membaca akun kutukan itu, lalu sang adik bergumam.
"Haha.. Nama nya unik, darah itu merah! Haha"
Lalu sang adik menutup facebook kakaknya itu, untunglah...! Ia tidak menerima permintaan pertemanan itu,
"kak, aku pinjem modem kakak ya hehehehe" Adik nya pergi. Tapi sebelumnya ia mematikan PC kakaknya itu. Ia menutup pintu kamar itu dengan perlahan. Tak ingin membangunkan kakaknya yang tengah tertidur pulas.
"Dek, jam segini belom tidur kamu!" Ucap ayahnya yang tengah menonton bola tengah malem.
"Belum, yah.. Bentar lagi," Lalu adik Riki kembali naik ke lantai dua, menuju kamarnya itu.
Ia lalu mencolokan modem milik kakaknya itu, untunglah... Berkat adik Riki, kutukan itu tidak sempat terjadi pada kakaknya, karena sebelum adiknya masuk kamar kakaknya itu, di kamar Riki nampak terjadi kejadian tak logis.
"Ye, akhirnya bisa nge-net" Ucap adiknya itu.
"Udah lama, nih gak buka twitter!" Ucap adiknya Riki,
Jari jemari manisnya mengetik alamat web twitter lalu ia memasukan nama akun beserta paswordnya,
"Hm... Sepi banget sih" Gumam adiknya.
Ia kesal. Karena twitternya sepi tak ada mention ataupun followers baru. Karena bosan, ia lalu melanjutkan browsing internetnya itu dengan masuk ke laman facebook!! Adiknya tengah asyik facebookan. Kemudian ia teringat nama akun unik itu, "darah itu merah" adik Riki nampak penasaran dengan akun yang meminta pertemanan ke fb kakaknya itu. Ia dengan isengnya, mencari nama akun itu di kotak pencarian. Ditemukan 1 nama akun, Darah Itu Merah.
"Hm.. Ketemu juga" Ucapnya.
"Cakep ga ya, hehehe" Gumam dia.
Ia berusaha melihat foto profilnya. Tapi sayang sepertinya di buat privasi teman. Harus berteman dulu baru bisa melihat fotonya, dengan polosnya, adik Riki mengirim permintaan pertemanan kepada akun kutukan itu, tak lama!!! Mereka pun berteman!!!!! Adik Riki, dengan penasarannya membuka profil darah itu merah, ia melihat disana sebuah status tertulis, (dan malam ini, sebuah kutukan akan berpindah ke orang lain >:) ) dini penasaran dengan status itu lalu ia mengomentarinya, ia menulis, (makasi konfrimnya, ngomongin apa'an sh?) dengan polos sekali, adik Riki mendekati dan berkomunikasi dengan akun kutukan itu, ia sepertinya tak tahu bahwa itu adalah akun misterius kutukan!! Setelah mengomentari status itu, ia melihat - lihat foto dalam akun itu,
"Isshhh.. Jorok banget ni orang" Gumamnya.
Ia melihat foto-foto sadis dan menjijikan.
"Orang.. Aneh" Ucapnya.
Saat itulah saat adik Riki hendak memperbaharui status. Ia melihat ada pemberitahuan baru, (darah itu merah mengirim sesuatu di dinding anda) adik Riki nampak pensaran, lalu ia melihat wallnya. Disana tertulis tulisan, seperti saat Adi. Teman Riki berteman dengan akun itu, (terima kasih atas permintaan pertemanan anda, tunggu lah sampai tiba waktunya) kemudian ia mengomentari wall itu, (gaje bgt) setelah itu, ia memperbaharui status fbnya, ya adik Riki menulis sebuah status baru bertuliskan, (hm.. Pinjem modem kakak, malah ketemu sama akun gaje hahaha) tiba - tiba saja. Di belakang adik Riki, sebuah benda terjatuh, adik Riki menoleh kebelakang, ia melihat boneka Angry Birdnya jatuh ke lantai, kemudian ia menghampiri boneka itu, ia berkata.
"Kok bisa jatuh? Padahal ini disimpen deket bantal" Saat ia hendak membungkuk mengambil boneka itu yang tergeletak di pinggir tempat tidurnya,
SAAT ITULAH!!
Sebuah tangan agak kehitam-hitaman menarik kakinya, adik Riki sempat menjerit, tapi tubuhnya terjatuh, sosok tangan itu muncul dari bawah ranjang tempat tidurnya, adik Riki, menjerit sekali lagi, tapi saat itulah tangan itu menarik tubuhnya ke bawah ranjang!!! Terdengar suara aneh di bawah ranjang itu, entah apa yang terjadi, tapi yang pasti, darah kemudian mengalir membasahi lantai kamar adik Riki.
"Pah, belom tidur?" Ibu Riki keluar dari kamar. Menegur ayahnya Riki yang masih melek di depan TV, jam menunjukan pukul 12 malam,
"Aduh, mah tanggung nih" Ucap ayah.
"Pah, barusan mama kayak denger suara aneh, jeritan atau apa ya?"
Lalu ayah menatap ibu Riki, "Mama, mimpi kali ya? Coba cek aja kamar anak-anak."
Ibu Riki melihat ke kamar Riki yang memang berada di lantai 1,
"Lho? Kok, ga di kunci," Gumam ibunya Riki,
Ia melihat anak laki-lakinya sudah tertidur pulas, ibunya kemudian menutup pintu kamar Riki, ia heran kenapa malem ini, tidak di kunci, karena biasanya setiap malam Riki selalu mengunci kamarnya, lalu ibu Riki naik ke lantai 2, di lantai 2 hanya ada 1 kamar, yaitu kamar adik Riki , ibunya berjalan pelan menghampiri kamar itu,
krekk~ "Lho? Kok di kunci, ga biasanya si adek ngunci pintu kamar"
Tok-tok-tok~ ibu Riki mengetuk pintu kamar itu, "Dek? Kamu udah bobo sayang?" Teriak ibunya.
Karena tak mendapat respon dari dalam kamar, ibu pun kembali turun ke bawah karena mengira adik Riki sudah tidur.
"Pah, malem ini aneh lho! Masa Riki ga ngunci kamar, sedangkan si adek ngunci kamar. Jadi kebalik gini,"
"Ah, gak papa bu.. Ya sudah! Papa juga mau tidur nih, ayo"
Ibu dan ayah Riki pun masuk ke kamar mereka!! Mereka tak mengetahui, bahwa anak perempuan satu-satunya itu sudah tewas karena kutukan dari akun "darah itu merah" adik Riki benar-benar kasihan. Belum 1 jam berteman dengan akun kutukan itu, ia sudah meninggal! Berbeda dengan Adi, ia masih bisa hidup beberapa jam ke depan. Sebelum akhirnya tewas. Mungkin karena, adik Riki menggangu saat sosok itu menyalakan PC Riki, sehingga kutukan Riki berbalik pada adiknya, entah lah... Yang jelas! Riki, akan dibuat terkejut lagi, karena adiknya sudah tewas di kamarnya.
Pagi pun menjelang seperti biasa, ibu Riki pagi-pagi sudah sibuk menyiapkan sarapan. Saat itu Riki berjalan ke dapur, Riki memakan selembar roti tawar,
"Heh. Mandi dulu sana" Teriak ibunya.
Riki pun berjalan ke luar dapur!! Saat itu , tiba-tiba saja ibu Riki berkata, "Tolong sekalian, bangungin si adek,"
"Iya" Ucap Riki.
Riki berjalan ke atas lantai 2 tepat ke kamar adiknya.
Tok - tok - tok!!! "Dek? Bangun dah pagi, nih"
tok - tok - tok ~ "Hadeh, si adek kamarnya pake di kunci segala, ngikut2 gaya ku aja nih"
tok - tok - tok "ADEK!"
Riki sedikit berteriak, tapi tak ada respon dari dalam, Riki menyangka adiknya masih tertidur pulas! Riki berjalan menuruni tangga menuju kamar mandi, tapi saat itu sontak saja, ia teringat dengan akun kutukan itu, tapi Riki berfikir, kalo adiknya itu sudah seminggu ini belum membeli isi ulang modem. Riki, matanya agak melotot sedikit, IA TERINGAT MODEMNYA DI KAMAR !! Riki pun bergegas berlari ke kamarnya, ia kemudian mencari modemnya di atas lemari, ia menjatuhkan kardus-kardus sepatu dan barang lainnya, ia mencari-cari modemnya itu, sebelum tidur. Ia meletakan modem itu disini, tapi sekarang ia tidak melihatnya!!!!! Riki pun mulai cemas! Ia sangat ketakutan, karena modemnya memang tak ada!!!! Saat itu, kemudian Riki kembali berlari ke lantai 2 tepat ke pintu kamar adiknya itu,
bruggg ~ Riki berusaha mendobrak pintu itu, tapi nihil. Tenaganya masih belum kuat mendobrak pintu sekokoh itu,
"Heh, ngapain kamu!” Ayah Riki naik ke lantai 2, karena mendengar suara gaduh Riki,
"Pah!! Cepet bantu aku dobrak pintu ini" Teriak Riki.
Papanya nampak bingung, dan bertanya-tanya, "Ada apa!!!" Ucap ayahnya.
"Udah lah, pah cepet kita dobrak saja"
1....
2.......
3.......... Brugggggg~ krekz!
Nampak pintu itu terbuka, kuncinya rusak, ayah Riki nampak KAGET! MELIHAT DARAH BERCUCURAN DI BAWAH RANJANG TEMPAT TIDUR ANAKNYA!! "Ya Tuhan, Dila!! Kenapa kamu"
Ayah Riki sontak melihat ke kolong ranjang itu, nampak terbujur kaku mayat adik Riki, penuh darah, sebuah silet tertusuk di bola matanya, tubuhnya nampak banyak luka sayatan benda tajam!! Ayah Riki benar-benar histeris melihatnya, sementara Riki hanya terpaku diam tak percaya dengan semua ini !!!! Riki pun menoleh ke komputer adiknya itu, di sana masih menyala ke halaman facebook, tepatnya beranda facebook adiknya, Riki dengan cepat melihat profil adiknya itu, disana tertulis status terakhir adiknya "pinjam modem kakak malah ketemu akun..." belum sempat Riki membaca status itu, ayahnya berteriak, '' CEPAT TELEPON POLISI!!!!''
Ibu Riki histeris di luar rumahnya, nampak polisi banyak sekali, dan rumah itu di pagari garis polisi, tetangga sekitar rumah itu, semuanya berkumpul di depan rumah Riki, sepertinya mereka bertanya-tanya. Ada apa kah gerangan. Ayah Riki, menangis histeris, sementara Riki termenung, sambil meneteskan air matanya, Riki benar-benar kasihan. Setelah Adi, teman setianya kini giliran Ardinidilla, adiknya. Riki sangat ketakutan sekaligus marah, perasaannya campur aduk, rasa penyesalan, karena ia tak menyembunyikan modem dengan baik, rasa sakit , menerima kenyataan adiknya tewas rasa benci, atas kelakuan akun kutukan itu. Rasa marah, ingin membalas dan memusnahkan akun itu!! Saat itu kemudian mayat adiknya di gotong masuk ke dalam ambulan, dengan di tutupi sebuah kain hijau. Ibu Riki benar-benar menangis dengan histerisnya, sambil dipeluk oleh ayah Riki yang juga menangis.
Lalu seorang polisi mendekati orang tua Riki, polisi itu berkata, "Kami akan menyelidiki kasus ini, sampai saat ini di lokasi tempat anak bapak, ibu tewas tak ada kejanggalan apapun. Tapi kami akan menuntaskan kasus ini" Ucapnya.
Riki sendiri. Dimintai keterangan. Karena Riki sebagai orang terakhir yang berbincang-bincang dengan adiknya, sementara itu kedua orang tua Riki pergi ke rumah sakit untuk mengetahui hasil otopsi. Siang harinya, Riki sudah selesai dimintai keterangan. Riki pun datang melihat keadaan di rumah sakit!! Hasil otopsi belum diumumkan, untuk sementara ini Riki dan kedua orang tuanya hanya bisa menunggu hasil otopsi selesai. Karena rumah Riki ditutupi garis polisi, untuk sementara keluarga Riki menginap di rumah nenek Riki, yang masih 1 kota tapi agak jauh dari rumah Riki, di rumah neneknya itu, ibu Riki masih terpukul dengan kejadian itu, sementara ayah Riki melamun, memikirkan jasad putrinya itu, Riki sendiri termenung di sofa.
Kedua orang tua Riki, mengira bahwa ini adalah tindak pembunuhan oleh orang yang keji. Tapi Riki sendiri lah yang tahu. Akun kutukan itu lah yang menyebabkan adiknya tewas!! Riki melamun, lalu Riki kemudian berkata.
"Awas , kau! Akan ku lawan!!!! Aku tidak takut lagi padamu!!" Entah apa yang direncanakan Riki, yang jelas, dalam mata Riki nampak terpancar perasaan marah.
"Pah! Mah! Aku mau pergi dulu ke luar!!"
Ayah Riki, tidak mengizinkan Riki pergi. Tapi Riki memaksa, dan akan kembali lagi.
"Pergilah" ucap neneknya, sambil tersenyum.
Riki, dia mau kemana sebenarnya? Riki berlari, ke luar rumah, ia berjalan di sekitar jalanan itu, ia kemudian mencari-cari warnet!! Ya, warnet, sebenarnya apa yang akan dia lakukan?? Riki menyebrang jalan!! Lalu ia, melihat di sebrang sana nampak sebuah spanduk bertuliskan warnet dan game online, Riki bergegas masuk ke dalam warnet itu.
"Bang, ada yang kosong?" ucap Riki pada server warnet itu.
"Ada, silahkan! Nomor 19"
Riki pun mencari, nomor 19 itu ia pun menemukan computer yang kosong dengan nomor 19, Riki menyalakan PC itu, lalu memilih paket 1 jam saja, Riki lalu membuka twitternya!! Riki, ternyata ingin menghubungi temannya yang memang bisa menghack akun facebook. Namanya Rendi, Rendi sudah jago dalam urusan hack-meng hack di dunia facebook, e-mail, dan lainnya. Riki mengirim mention pada temannya itu, tapi sayang temannya sedang tak membuka twitter, ia berfikir, pasti Rendi sedang asyik main Point Blank, atau facebookan! Riki, ingin menghubungi temannya itu lewat facebook tapi sayangnya, ia ragu bila harus membuka situs itu, Riki tak ingin perjuangannya sia-sia! Riki bertekad melawan akun kutukan itu. Riki nampak kecewa, karena Rendi sedang tdk membuka twitter. Riki sendiri tak tahu nomor ponsel Rendi, karena rendi sering gonta-ganti simcard. Riki pun keluar dari warnet itu, Riki menatap ke arah langit yang nampak cerah, Riki bertekad akan memusnahkan akun itu!!
Riki kembali lagi ke rumah neneknya dengan perasaan tak karuan, Riki terbayang -bayang sosok sang adik, adik satu-satunya yang sangat cantik dan manis, Riki pun sampai di depan rumah neneknya itu.
"Nek? Ibu sama ayah kemana?” Lalu nenek Riki berkata bahwa orang tuanya sudah pergi lagi ke Rumah Sakit.
"Barusan ada telepon dari pihak kepolisian, hasil otopsi sudah selesai" Ucap neneknya.
Neneknya menambahkan, "Kamu, sudah makan! Cepat makan dulu sana, kayaknya kamu pucat sekali"
Riki pun diantar neneknya masuk ke dapur, Riki makan masakan neneknya itu, walaupun tak nafsu makan, Riki berusaha melahap sesuap nasi itu, karena dari kemarin ia belum makan.
"Nek, apakah nenek percaya dengan kekuatan gaib?" Sang nenek nampak terdiam.
"Maksud mu apa ki?"
Riki lalu meminum air segelas, "Tidak jadi"
Sementara itu di Rumah Sakit, Polisi pun memberitahu hasil otopsi. Polisi dan dokter bedah menyimpulkan bahwa di tubuh anak mereka terdapat 17 sayatan benda tajam, lalu mata kanan anaknya rusak akibat tusukan silet. Polisi menyatakan bahwa ini adalah kasus pembunuhan. Polisi berjanji akan mentutaskan kasus ini dengan secepat-cepatnya.
Ibu Riki kembali mengeluarkan air matanya. kembali lagi, Riki ternyata sedang mencoba menghubungi nomor Rendi. Riki membuka buka kontak teleponnya,
- 085720090xxx - gagal..
-08122010xxx - gagal juga..
-08572001xxx - tetap saja tidak tersambung, Riki nampak kesal, ia tak bisa menghubungi Rendi.
"Nek, aku keluar dulu sebentar" Ucap Riki.
Neneknya berkata “Mau kemana sore begini, lagi pula sebentar lagi gelap!!”
Riki ternyata kembali ke warnet pinggir jalan itu, Riki kembali membuka twitternya, melihat twitter Rendi, tapi tetap saja, akun twitter Rendi masih saja belum diupdate. Akhirnya karena kesal. Riki pun berniat menghubungi Rendi lewat facebook!! Dengan gemetaran, Riki menggerakan kursor lalu masuk ke laman facebook.
Akhirnya Riki, memberanikan diri masuk lagi ke situs facebook, kini semenjak terror akun misterius itu, ia seakan jadi terauma kala melihat logo facebook. Tapi Riki ingin, mewujudkan tekadnya memusnahkan akun itu. Riki kemudian mempunyai taktik lain. Ia membuat lagi akun baru, ya ... Riki membuat akun facebook baru dengan nama (Rhiky Pradana) setelah siap, dan akhirnya selesai, Riki mempunyai akun fb baru, ia berharap agar ia bisa menghubungi temannya itu, akhirnya dengan cepat. Riki mencari facebook temannya yang memang seorang hacker.
"Sekarang, akhirnya..Tunggu kau akun setan!" Gumam Riki.
Riki mengirim pesan lewat chatbox! Tak lama, ternyata benar, Rendi membalas chat box Riki,
------------------
Rendi: apeh?
Riki: brow! Plis tolongin gua.
Rendi: iya, kenape lu?
Riki: brow, gue minta nomor lu. Lah, please!!
Rendi: nih..08987765129
Riki: thanks brow..
Rendi: emangnya , ada apa'an?
Riki: nanti gua jelasin,
Rendi: (-.-)a
------------------
Akhirnya setelah mendapat nomor ponsel Rendi, Riki pun mengakiri obrolan itu, Riki kembali pulang ke rumahnya, sementara itu di rumah. Ternyata ibu dan ayahnya sudah ada di rumah, bahkan rumah neneknya itu sudah ramai oleh sanak saudara, mereka tengah membicarakan masalah pemakaman adik Riki, Riki lalu ikut mengobrol.
singkat cerita, akhirnya adik Riki pun di makamkan. Keluarga besar Riki nampak kusyu berdo'a. Termasuk Riki, lalu acara pemakaman itu pun selesai juga, setelah pemakaman itu usai, Riki pamit pergi dulu, orang tua Riki belakangan ini curiga dengan gelagat Riki yang sudah berbeda, Riki sering pergi entah kemana. Ternyata, Riki kali ini pergi menemui Rendi, temannya yang piawai dalam urusan hack meng hack. Riki menemui Rendi, di sebuah warnet kala itu Rendi tengah asyik
main Point Blank!!
"Ada apa?" Ucap Rendi.
"Begini, bisa gak hack akun ini!!" Riki memberikan ponselnya, di sana tertulis (darah itu merah) teman Riki nampaknya tak tahu apa-apa soal akun kutukan itu.
"Oh, bisa sih.. Emang. Mau apa? Apa lo ada kasus sama orang nih" Tanya Rendi sambil asyik main Point Blank sesekali menatap Riki.
"Kurang lebih.. Begitu brow. Gua pengen akun ini hilang!!!"
Kemudian, teman Riki menghentikan permainannya. "Ok, bentar!"
Ia lalu masuk ke laman facebook. Rendi mencoba meneliti akun yang akan ia ambil alih.
"Siapa namanya?" Ucap rendi.
"Da...rah, ittu me .. Merah" Riki gemetar menyebut nama akun itu.
Lalu Rendi pun sampai di akun mengerikan itu.
"Oh, ini ..." Ucap Rendi.
Rendi berusaha melihat alamat e-mail akun itu, karena cara satu-satunya mengambil alih facebook orang. Dengan masuk ke e-mail dan membobol kata sandi fbnya. Riki hanya terdiam, ia berharap Rendi bisa membobol akun itu.
"Ah, sial... Gua ga bisa liat e-mailnya!!"
Rendi lalu mengirim permintaan pertemanan. Riki teriak, "BROOO... JANGAN DI ADD"
Sayangnya, Rendi sudah terlanjur mengirim permintaan. Riki nampak cemas!! Riki gemetaran.
"Kenapa lu?" Ucap Rendi pada Riki.
"Ren.....,Rendi, gua salah... Ren, maafin gua Ren" Rendi benar-benar tak mengerti apa yang di bicirakan oleh Riki.
"Tenang, gue add cuma biar gua bisa liat infonya. Terus entar gue bobol akunnya, lewat e-mail atau ID fbnya." Ucap Rendi.
Sementara itu Riki hanya bisa terdiam!! tak lama, sama seperti Adi dan adik Riki, Rendi juga mendapat kiriman wall bertuliskan, (terima kasih addnya, tunggu lah sampai tiba waktunya) Riki sudah mulai ketakutan, Riki menyesal telah melibatkan hal ini pada Rendi, Riki tak mau kehilangan lagi orang yang ia cintai, sementara itu Rendi mulai mencari tahu ID dan e-mail akun itu, Rendi tak mempersoalkan masalah kiriman wall dan foto-foto sadis dalam akun itu, karena memang Rendi sudah biasa dengan orang-orang seperti ini, tapi Rendi tak tahu bahwa yang ia hadapi bukan akun biasa , melainkan akun kutukan.
Saat itu lah, Riki memberitahukan semuanya, bahwa itu adalah akun kutukan Rendi tak percaya, dan hanya menganggapinya dengan senyuman. Tapi Riki dengan muka serius, mengatakan bahwa adiknya juga tewas!!! Rendi kemudian berubah ekspresi, tapi ia masih tak percaya bahwa itu akun kutukan!
"NAH LHO?" Rendi nampak terkejut! Karena dalam akun itu tidak memakai e-mail saat registrasi membuat akun.
Rendi juga tidak bisa mendeteksi bahwa akun itu daftar lewat nomor telepon!! Rendi akhirnya setengah percaya!! Rendi dan Riki menatap serius wall itu, kemudian Rendi, membalas wall itu, ia menulis. (OK , GUA LADENIN LU!! SEKARANG KITA BERADU KEKUATAN! SIAPA YANG PALING CEPAT DIMUSNAHKAN) Riki berusaha menghentikan perbuatan Rendi, tapi Rendi terus memaksa, ia yakin akan membobol akun itu!!! Riki pun tak bisa berkata apa pun lagi, lagi pula ia sendiri yang melibatkan Rendi!
"Brow, nanti malam!! Lo nginep aja di rumah gua! Kita bobol akun nih, di computer gua ada software khusus hack, dijamin gua bisa ambil alih akun nih"
Rendi nampak optimis bisa membobol akun 'darah itu merah' Riki walaupun masih cemas , ia pun berusaha percaya pada omongan Rendi, semoga akun itu bisa di non-aktifkan, pikir Riki Rendi, berjanji nanti malam ia bisa membobol akun itu, Rendi meminta Riki agar mau menginap di rumahnya, Riki berkata, ia akan minta izin dulu kepada kedua orang tuanya, di perjalanan pulang! Riki kembali cemas,
"Semoga Rendi tidak terlambat" Gumam Riki.
Sesampainya di kediaman neneknya, Riki disambut dingin oleh ayahnya, Riki dan ayahnya, mengobrol 4 mata di teras rumah.
"Riki, kenapa kamu belakangan ini, jadi sering pergi? Kemana kamu?"
Riki dengan gelagapan berkata, bahwa ia baik-baik saja dan ia hanya pergi menemui temannya, ayah Riki tak percaya dengan omongan anaknya itu, ayah Riki sepertinya memiliki pandangan lain.
"Apa, semua itu.. Ada sangkut pautnya dengan kematian Dilla?" Riki tak bisa menjawab pertanyaan itu.
"Yah, malam ini aku ingin menginap di rumah teman, bolehkah?"
Ayah Riki tidak memberikan izin! Riki terus mendesak, dan meminta izin. Tapi ayahnya tetap tak memberikan izin, lagi pula ini belum seminggu kejadian tewasnya adiknya. Riki meminta izin pada neneknya tapi ternyata neneknya pun juga tak memberi izin, Riki nampak frustasi. Ia memikirkan nasib Rendi.
Malam pun menjelang, Riki tak bisa tidur ia terus kepikiran rendi, sementara itu, di rumah Rendi, Si hacker itu, tengah focus dengan software pembobol akun . Rendi benar-benar dibuat penasaran, kenapa bisa orang itu membuat akun tanpa e-mail maupun nomor telepon. Saat rendi tengah focus didepan komputernya, ia tak sadar dibelakangnya, sesosok hitam tinggi membawa pisau yang sangat tajam. Sosok itu mengacungkan pisau itu, Rendi tak sadar, karena ia masih serius dengan software itu. Sosok itu semakin mendekati Rendi, ketika sosok itu akan menusukan pisaunya.
99%
100%
complete ... "BERHASIL YEE" teriak Rendi.
Sosok itu menghilang!! Rendi, ternyata berhasil membekukan akun facebook itu. Akun itu sudah di kunci dalam softwarenya. Rendi nampak senang, ketika itu tinggal 1 tahap lagi, ia tinggal menekan enter, maka akun yang terkunci itu akan menghilang dari situs facebook, saat rendi hendak menekan tombol enter. Nampak ponselnya berdering, ternyata telepon dari teman Rendi, yang mengajak ia melanjutkan permainan point blank! Kembali lagi, ke tempat Riki saat itu Riki tengah tiduran, ia berharap Rendi berhasil membobol akun itu! Saat Riki hendak menarik selimut, tiba-tiba ponselnya bordering nampak 1 pesan diterima dari rendi, (brow, gua udah bekuin akun itu, sekarang akun itu gak ada lagi di situs facebook.) membaca pesan itu, Riki nampak senang! Riki lalu membalas pesan Rendi, (ok brow.. Sip, tengks) siang harinya, Riki kembali menemui Rendi, Rendi dan Riki bertemu disebuah warnet, tempat biasa Rendi bermain Point Blank bersama kawan-kawannya, Riki masuk ke dalam warnet, lalu ia melihat Rendi tengah duduk di depan P
C, Riki menghampiri Rendi, lalu ia bertanya banyak, apa benar akun itu sudah hilang? Rendi memastikan 100% akun itu sudah lenyap!!
"Lo mau main?" ucap Rendi.
Riki menjawab, "Ah, enggak"
Rendi kemudian berkata lagi. "Nih, terusin punya gua.., gua mau ngerokok dulu"
Rendi dan Riki bertukar posisi. Sekarang Riki duduk di depan PC, sementara Rendi duduk di samping Riki, Riki asyik main Point Blank milik Rendi, sementara Rendi mengeluarkan sebungkus rokok.
"Lu, mau ngerorok?"
Rendi memberikan sebatang rokok ke arah Riki, TAPI APA YANG DILIHAT RIKI? SOSOK AKUN KUTUKAN ITU TERNYATA MEMBUAT HALUSINASI. Riki melihat tangan Rendi memegang pisau, padahal jelas jelas yang dipegang Rendi hanya sebatang rokok, Riki nampak histeris, lalu ia mendorong tubuh Rendi, sehingga Rendi tersungkur.
"Bro, ada apa?" Ucap Rendi.
Tapi Riki terus berteriak, "PERGI...PERGI" Rendi sendiri kebingungan.
Ada apa, dengan Riki. Rendi tak tahu bahwa Riki sedang terpengaruh halusinasi akun kutukan itu, Riki berlari ketakutan keluar dari warnet, karena heran dengan gelagat Riki, Rendi pun mengejar Riki.
"Bro...? Kenape lu?"
Riki terus berteriak, "PERGI...PERGI,"
Yang dilihat oleh Riki adalah sosok Rendi memegang pisau tajam, Riki ketakutan, Riki berlari ke pinggir jalan, sementara Rendi terus mengejar Riki.
Rendi mendekati Riki lalu berkata, "Kenapa? Lu? Sadarlah"
Riki terpaku dipinggir jalan, kemudian mata Riki kembali normal, ia melihat sosok Rendi tidak memegang pisau tajam.
"Tni sepertinya halusinasi akun kutukan itu" Gumam Riki.
Saat itu, tanpa di duga-duga! Sebuah Bus pariwisata melaju cepat, bus itu kehilangan kendali. Mungkin remnya blong! Rendi melihat bus itu menuju ke arah Riki.
"AWAS" teriak Rendi.
Rendi berusaha mendorong tubuh Riki, akhirnya Riki terjatuh ke pinggir jalan. Sementara Rendi terjatuh dijalanan beraspal itu,
T I D I T T T T T T T, ckitttz ~
Tubuh Rendi terlindas bus itu, Riki sangat histeris, melihat Rendi tergilas bus itu, Riki terpaku dipinggir jalan, bus itu membanting stirnya dan terperosok ke pinggir jalan didepan sana, sementara itu tubuh Rendi benar-benar mengerikan, darah berceceran di jalan itu, Riki tak bisa berkata apapun, ia gemetaran.
-----------------
Ternyata Rendi pun tewas mungkin karena ia berteman dengan akun itu, sejak kejadian tewasnya Rendi, Riki menjadi stress dan kehilangan akal sehatnya, Riki menjadi Gila, keluarga Riki membawanya ke Rumah Sakit Jiwa.
Riki menjadi penghuni rumah sakit jiwa tersebut, keluarga Riki sangat terpukul! Sementara itu sampai saat ini, polisi juga tidak pernah berhasil memecahkan kasus tewasnya adik Riki,
------------------
Waspadahal dengan akun itu, akun kutukan bernama 'darah itu merah' bisa saja akun itu mampir ke beranda anda.
Hehehe..
-----TAMAT-----







0 komentar:
Posting Komentar