Rabu, 25 Desember 2013

Novel Komedi

Beberapa hari ini gw jarang nulis karena sering baca novel. Ya gw beli novel baru dan beberapa novel itu lucunya kebangetan bagus banget buat orang yang lagi galau, pengen gantung diri, pengen gantung selingkuhannya pacar, dan pengen gantung jemuran. Hal itu membuat kadar kegantengan gw bertambah, pliss jangan naksir gw,,,,. Saran dari gw mending lu jangan coba-coba baca novel yang akan gw sebutkan nanti dibawah kalo lu enggak mau ketularan ganteng kayak gw. Plisss pokoknya jangan baca deh teks berikut ini.

Lohhh malah baca!!! Ya udah deh gw lanjut aja.

1. Benabook
Jenis: Novel komedi
Penulis: Benazio Rizki Putra (Benakribo)
Penerbit: bukune
Benazio Rizki atau akrab dipangggil Benakribo adalah seorang blogger, Videographer, dll. Benakribo bukanlah seorang penulis melainkan seorang creative blogger, silahkan kunjungi blog pribadinya di www.benablog.com. Dalam bukunya bena menceritakan kehidupannya dari saat dia ada di perut ibunya sampai akhirnya dia memutuskan untuk menjadi Videographer, begitu pula dengan percintaannya Bena menceritakan perjalanan asmaranya yang,,,, enggak usah gw sebut deh! Bena gw turut prihatin sama nasib lu. Jiahahahah
Bena paling akrab dipanggil Benakribo, ya karena rambutnya kribo. Coba kalo rambutnya lurus dia enggak mungkin dipanggil Benakribo tapi Benalurus. Ciri-ciri lain adalah Bena selalu memakai kacamata, bisa dibilang mirip sama tokoh kartun dari Jepang Bobobo bo bo bobo.
Pisss bro,,,pisss bro,,,pisss bro. Di dalam buku ini bukan hanya cerita konyol dari Bena saja tapi juga ada tips-tips, games, dan ilustrasi gambar yang lucu, dijamin lu enggak akan bosen baca buku ini.

2. Poconggg juga pocong
Jenis: Novel komedi
Penulis: Arief Muhammad
Penerbit: bukune
Buku kedua yang sukses membuat gw ngakak sepanjang malam. Jika lu adalah pengguna twitter coba lu cari @poconggg nah ini lah si pocong yang ada di dalam buku. Tapi jangan kaget kalo melihat followernya, si poconggg ini cukup terkenal di twitter, sekarang followernya sudah mencapai 2 juta lebih. Ohhh poconggg nikahin gw, jadiin gw suami lu biar gw ikud terkenal kayak lu. 100% isi cerita dalam bukunya adalah fiksi, asli bukan kisah nyata. Dimulai dari kisah percintaannya dengan sesama jenis, maksudnya sesama setan, kisah tragisnya menjadi pocong cupu, dan kisah kegalauannya karena enggak punya cewek. Juga ada prediksi pocong menurut zodiak dan email dari followernya. Sumpah ini Novel cupu abis. gkgkgkgkgk
Pisss bro,,,pisss bro,,,,

3. Anak Kos Dodol (AKD)
Jenis: Novel komedi
Penulis: Dewi Rieka Kustiantari
Penerbit: Gradien Mediatama

Buku terakhir ini memiliki beberapa sekuel, dari Anak Kos Dodol vol. 1 sampai Anak Kos Dodol tamat, ada juga versi komiknya. Buku ini cocok buat cewek-cewek terutama anak kosan. Berceritakan kisah hidup Dedew sang penulis yang penuh dengan kehebohan dengan teman-teman sekosannya, bertempat di Jogjakarta Puri Cantika kosannya Pak Sayuti. Selain cerita lika-liku anak kosan di buku ini juga terdapat tips ala anak kosan. Pasti enggak akan bosen baca buku ini.

Nah itu tadi beberapa Novel komedi yang dapat lu koleksi sebagai pengisi waktu senjang jikalau sedang suntuk atau pusing karena mikirin tugas yang enggak pernah kelar-kelar. Sekian dulu, semoga bermanfaat ^_^

Kamis, 19 Desember 2013

Sahabat Jadi Cinta

Sanusi bingung dengan Joko sahabat karibnya yang tiba-tiba marah padanya. Memang Sanusi merasa bersalah karena dia sudah melanggar janji untuk main sumo dengan Joko. Sanusi melanggar janjinya karena dia sedang kencan dengan Dewi gebetan dari Sanusi.

"Oke gw emang salah, gw minta maaf. Tapi lu gk perlu semarah ini kan Jo,,,,,!!" Ucap Sanusi membela diri.

"Udalah simpen kata-kata lu. Lu tau gk gw nunggu lu dari jamannya Rano Karno pegang Ipad sampe dia jadi wakil gubernur lu gk dateng-dateng"

"Iya,,, gw tau tapi sebagai sahabat lu juga harus ngerti donk kalo gw lagi PDKT sama Dewi"

"Oke fine mulai sekarang kita jalan sendi-sendiri"

"Sendiri-sendiri,,,,sendiri-sendiri,,,,sendiri-sendiri,,,,," Kata sendiri-sendiri dulang-ulang seperti yang ada dalam sinetron.

Joko memalingkan badannya, Sanusi terdiam melihat kepergian Joko. Tiba-tiba terjadi slowmotion sambil diiringi lagu Agnes Monica Teruskanlah. Mata Sanusi berkaca-kaca terbayang semua kenangan indah bersama Jokok waktu dulu, diantaranya ketika Sanusi dijorokin Joko ke empang, ketika Joko naruh upil di jidat Sanusi, ketika Sanusi nyuri dalemannya Joko. Kemudain dia pulang dengan rasa sedih yang mendalam. Setibanya di rumah Sanusi merebahkan badannya di sofa.

"Joko kenapa harus gini? Kenapa kamu meninggalkan aku?"

Sanusi tak tahan menahan air matanya. Beranjak dia ke shower kamar mandi. Sanusi menangis sejadi-jadinya sampai kelopak matanya lebam.

"Enggak!! Enggak boleh gini terus. Gw harus ngomong dengan Joko" Itu kata Sanusi.

Keesokan harinya Sanusi menemui Joko.

"Joko,,,! Sampai kapan seperti ini terus kita uda lama bersahabat. Masak gara-gara gini aja persahabatan kita hancur?" Ucap Sanusi sambil pegang pundak Joko dengan di iringi backshound Cinta Fitri.

"Ya uda maafin gw, gw terlalu lebay atas kejadian yang kemarin. Seharusnya gw gk gitu? Tapi sebenarnya gw kemarin gitu karena ada sebabnya"

"Lalu apa Jok sebabnya,,,,?" Sanusi penasaran.

"Sebenernya gw uda lama suka sama lu, Sanusi" ucap Joko.

Sanusi terdiam, suasana menjadi hening, backshound juga ikud terhenti.

"Apa Jok,,,!!!" Sanusi terkaget dengan ucapan Joko.

"Iya,, uda lama gw suka sama lu tapi gw terlalu takut untuk mengungkapkannya karena kita bersahabat"

Sanusi mengerti perasaan Joko terhadapnya. Sanusi tersenyum manis pada Joko sambil memegang kedua tangan Joko.

"Iya,,, gw hargai perasaan lu sama gw tapi lebih baik kita berteman aja ya,,,," Ucap Sanusi.

Joko mengangguk dengan senyum yang manis. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan menuju matahari yang terbenam. Tiba-tiba entah dari mana terdengar suara lagunya Acha Septriasa Berdua lebih baik.

-TAMAT-

Ceritanya dramatis banget, tolong yang uda baca cerita diatas jangan nangis. Gw serius,,,, plissss jangan nangis. Memang agak susah kalo tiba-tiba sahabat menjadi cinta, kata Zigas sih gitu. Maka dari itu sebelum semuanya terjadi kita harus tau ciri-ciri sahabat menjadi cinta. Yang jelas kalo orang lagi jatuh cinta itu pasti berbeda dari yang biasanya, lebih perhatian, lebih sering memperhatikan lu, lebih suka kalo bersama lu. Pokoknya enggak kayak biasanya deh,,,, sebenernya gw mau ngasih tips tapi karena gw enggak pernah mengalami kasus yang kayak gini mending lupain aja deh,,,, bodo amat sama masalah lu. Jiahahahah

Yang punya pengalaman seperti cerita diatas share aja, tiba-tiba gw pengen diceritain yang kayak begituan. hahahah
Tapi dengan catatan enggak kayak Sanusi dan Joko. hahahahah

Minggu, 15 Desember 2013

Memoriam Gito Rollies, Semoga Dapat Mengispirasi Kita

Cukup Bagiku - Opick feat. Gito Rollies

Penuhi jiwa ini dengan satu rindu
Rindu untuk mendapatkan cinta-Mu
Meski tak layak ku harap debu cinta-Mu
Meski begitu hina ku bersimpuh

Cukup bagiku Allah, segalanya bagiku
Dihatiku ini penuh berisi segala tentang Allah
Kepada Nabi Muhammad, tercurah shalawat Allah
Tiada Tuhan selain Allah, cukup bagiku Allah

Hasbi Rabbi Jalallah
Mafi qolbi Ilallah
Alalhadi sholallah
Laa ilaa ha Illallah.

Dulu saya sangat suka dengan lagu ini, lagu yang menyentuh hati nurani saya. Ini adalah lagu yang dinyanyikan oleh Opick dan Alm. Gito Rollies. Kenapa saya sangat suka dengan lagu ini? Karena si penyanyi Gito Rollies begitu menghayati setiap lirik dari lagu tersebut. Seperti curhatan isi hati dari Seorang hamba kepada Sang Pencipta. Hati ini selalu bergetar jika mendengar lagu ini, bahkan terkadang saya menangis. Seperti saat saya mendengarkan lagu-lagu dari Opick, dulu saya penggemar lagu-lagu Opick.

Sebenarnya sosok Gito Rollies itu seperti apa? Kenapa beliau begitu menghayati lagu tersebut? Ternyata masa lalu dari Gito Rollies hampir mirip dengan Opick. Sama-sama pernah menjadi rockstar, sama-sama memiliki masa lalu yang kelam. Bangun Sugito Tukiman, lahir di Biak, Papua, 1 November 1947. Selepas SMA, di kota Bandung, Bangun Sugito Tukiman (vokal) bersama rekan-rekannya, Teuku Zulian Iskandar Madian (saxophone, gitar), Benny Likumahuwa (trombone, flute), Didiet Maruto (trumpet), Jimmie Manoppo (drum), dan Oetje F. Tekol (bas) mendirikan band yang bernama The Rollies. Di era 1970-an, The Rollies semakin eksis dan menunjukkan taringya sebagai grup band rock handal di tanah air. Belakangan, setelah sukses dengan beberapa hits yang sempat bertengger di belantika musik Indonesia, namanya pun berganti menjadi Gito Rollies. Waktu terus berjalan, anak tangga karir perlahan-lahan ditapaki satu demi satu. Sanjungan dan pujian, memmembuat dirinya telah merasa menjadi seorang Mick Jagger Indonesia, sosok yang dikagumi dan diidolakannya.

Pria yang sempat mengenyam kuliah dua tahun di Jurusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB), terus larut bersama kebesaran The Rollies. Aksi panggungnya mirip dengan sang idola, suara serak ala James Brown, bapak moyang soul dan funk, menjadikannya pusat perhatian. Kesuksesan di panggung telah mengantarkan diri dan kelompoknya di industri rekaman, pun mengantarkannya menjadi hedonis sejati.

“Tiap Jumat siang kami berangkat ke daerah Puncak Bogor untuk pesta miras dan narkoba,” Ungkap Gito dengan nada sesal.

Di masa ketenarannya, pada awal tahun 1980, ia menjalin hubungan intim dengan putri seorang aktor dan komedian besar, Uci Bing Slamet, dan darinya dikaruniai seorang anak lalu berpisah setelahnya. Bahkan setelah menikah dengan perempuan impor, wanita keturunan Belanda, Michelle Van der Rest, tahun 1983, ia masih belum bisa melepaskan diri sepenuhnya dari pengaruh narkotika (AntaraNews).

Setelah bersolo karir, dia menelorkan sejumlah album solo, yakni Tuan Musik (1986), Permata Hitam/Sesuap Nasi (1987), Aku tetap Aku (1987), Air Api (1987) dan Tragedi Buah Apel (1987) dan Goyah (1987).
Sebagai aktor Gito memulai debutnya di dunia film lewat Buah Bibir (1973) sebagai figuran. Setelah benar-benar menjadi aktor ia bermain dalam Perempuan Tanpa Dosa (1978), Di Ujung Malam (1979) dan Sepasang Merpati (1979), dan Permainan Bulan Desember (1980), dan Kereta Api Terkahir (…). Namun kekuatan aktingnya terlihat pada Janji Joni yang mengantarkannya meraih piala Citra untuk kategori Aktor Pembatu Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia tahun 2005.

Tahun 1995, atau tepat setelah 10 November, Sang Rocker baru benar-benar berhenti mengkonsumsi drugs dan alkohol, setelah mengalami sebuah peristiwa yang memmembuatnya shock lahir batin. Sepulang dari konser Hari Pahlawan di Surabaya, di bawah pengaruh narkoba, selama tiga hari ia mengalami fly, tak bisa makan dan tak bisa tidur, dan selama tiga hari itu semua kelakuannya di masa lalu seperti diputar di depan mata. “Saya takut sekali,” ujarnya seperti diungkap kepada koran Tempo. Namun yang paling memmembuatnya ciut justru menyangkut segala omongan yang pernah terlontar dari mulutnya. Fitnah dan gunjingan terhadap musisi lain, termasuk melakukan ghibah (membicarekan kejelekan orang lain). Pengalaman tiga hari itulah yang menjadi titik balik dirinya untuk kembali kepada Allah.

Bisa jadi peristiwa yang ia alami, karena Allah hendak mengabarkan hal itu kepadanya sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Di usia kepala empatnya, seorang Gito Rollies diingatkan Allah SWT melalui sebuah peristiwa spiritual yang memmembuatnya bergidik ketakukan. Nyalinya ciut, gemetar badannya, kekuatan musik cadas tak mampu menyangga hatinya yang terkoyak kala tanda-tandaNya telah diterima saat dirinya fly. Kesadaran bathinnya bergolak untuk bangkit dari masa-masa kelam yang telah mengotori jiwanya.

Sang Rocker kini dalam kesadaran awal setelah puluhan tahun terlelap bersama kesuksesan, polularibeg, dan kenikmatan duniawi. “Saya harus hijrah, bukan ini tujuan saya dilahirkan ke muka bumi, tetapi ada tugas lain yang harus saya lakukan sebagai bekal pertemuan dengan Sang Pemilik jiwa ini,” ujar hati itu berkata lirih.

Sebelum merasakan ke-Mahaan Allah dalam dirinya, Bangun Sugito hidup dalam serba kecukupan. Bergelimang kemewahan, bergiat dalam kehidupan malam, bertemankan jarum neraka. Begitulah hari demi hari yang dilalui seolah pakaian yang tak pernah lepas dari badannya. Bahagiakah hidup seperti itu? Mendatangkan ketenangankah semua itu? Sebuah pertanyaan yang belum terjawab, sebuah rasa yang belum pernah ada dan sebuah keinginan yang belum tercapai. Pada akhirnya semuanya hanya menghantarkannya ke alam risau, resah dan gelisah. Klimaks terjadi kala ia merayakan ulangtahunnya yang ke-50 pada 1997. Di situ, Gito mengundang seluruh karibnya untuk berpesta alkohol dan obat sepuasnya.

Dalam kerisauan panjang, beriring desah dan keluh kesah, daerah Puncak Bogor –Puncak dikenal sebagai tempat rekreasi di daerah Jawa Barat– selalu menjadi tempat menumpahkan penat, mengubur kegundahan yang membuncah. Wal hasil bukan ketenangan yang didapat bahkan gelisah itu makin menjadi. Namun dari daerah inilah benih hidayah itu mulai mekar membesar. Puncak menjadi tempat bersejarah, tempat solusi menjawab segala kerisauan.

Saat itu hari Jumat siang. Pria dengan rambut awut-awutan ini masih memegang botol miras, duduk di tempat yang tinggi sambil sesekali memandang ke arah bawah. Pandangannya tertuju kepada beberapa warga desa yang banyak menuju mesjid, hatinyapun bergetar, kerisauanpun kembali mengusik hati.

"Mereka dengan kesahajaan bisa menemukan kebahagiaan. Apakah di Masjid ada kebahagiaan?!" Pertanyaan itu selalu mengusik Gito.

Sungguh pemandangan indah di hari Jumat itu, memberi arti tersendiri bagi kehidupan Gito Rollies. Sulit dibedakan keterusikan karena sekedar ingin tahu atau ini adalah awal Allah membukakan hatinya bagi pintu tobat. Dicobanya untuk mendekati Masjid itu, subhanallah, seperti ada magnit yang memendekkan langkahnya untuk tiba.

"Mungkin di sana ada kebahagiaan." Terlihatlah sebuah pemandangan yang meluluhlantakan kegelisahannya selama ini.

"Rasanya seluruh otakku tiba-tiba dipenuhi oleh kekaguman. Dan entah kenapa, aku seperti mendapatkan ketenangan melihat orang-orang ruku, sujud dalam kekhusuan,"

"Bukankah apa yang kulakukan selama ini untuk mendapatkan ketenangan, tapi kenapa tidak? Ya, aku telah bergelut dengan kesalahan dan tetek bengeknya yang semuanya adalah dosa. Benarkah Allah tidak akan mengampuni dosaku? Lanbeg membuat apa aku hidup jika jelas-jelas bergelimang dalam ketidakbahagiaan." Pikiran itu terus bergelayut seakan haus jawaban.

"Malam itu aku benar-benar tidak dapat memejamkan mata. Aku gelisah sekali. Ya, ternyata aku yang selama ini urekan, permisive ternyata masih takut dengan dosa dan neraka. Berhari-hari aku mengalami kegelisahan yang luar biasa. Hingga suatu malam, di saat kegelisahanku mencapai “puncaknya”, aku memutuskan untuk memulai hidup baru."

Ketika mentari terbit, Gito langsung mengajak istrinya untuk pergi ke Bandung, menjenguk sang ibunda. Di sana, ia mengutarakan niatnya untuk tobat yang disambut tangis haru sang ibu. Sejak saat itu, Gito resmi meninggalkan dunia kelam.

Satu yang disyukuri Gito adalah, dukungan dan kesabaran sang istri, Michelle, yang tak pantang habis.

“Saat aku sudah belajar agama, aku tidak berupaya menyuruhnya shalat. Ia tiba-tiba belajar shalat sendiri, begitu juga anak-anak. Suatu hari, ketika aku pulang, tiba-tiba aku mendapatinya tengah mematut diri di depan kaca sambil mengenakan jilbab. Padahal aku tidak pernah menyuruhnya. Subhanallah, istriku memang yang terbaik yang pernah diberikan Allah,” kata ayah dari empat putra ini.

Tobatnya Gito juga disyukuri oleh sang mertua, warga negara Belanda yang berimigrasi ke Kanada. Meski berbeda keyakinan, ibu mertuanya justru senang dengan perubahan yang dialami Gito.

“Kata beliau, aku jadi lebih kalem ketimbang dulu, meski sekarang pakai jenggot segala. Bahkan aku jadi menantu favoritnya lho,” tuturnya sambil terkekeh.

“Mengapa Allah memberikan hidayah kepada diriku yang kerdil ini? Mengapa Allah menciptakan makhluk yang penuh dosa ini?”

Gito mengaku harus merenung lama untuk menemukan jawaban itu. Setelah dia menjalankan shalat dan menunaikan haji, jawaban itu baru mampir di benak dan pikirannya.

“Ternyata, Allah menciptakanku untuk menjadi manusia baik. Semula mengikuti idolaku, Mick Jagger. Aku menjadi penyanyi dan rekaman lalu mendapat honor. Tapi itu bukan kebahagiaan sepenuhnya membuatku.”

“Mick Jagger itu dulu menjadi idolaku. Ikut mabok, main cewek, dan seabrek dunia kelam lain. Tapi sekarang aku mengidolakan Nabi. Dan sekarang, aku menemukan nikmat yang tiada tara.”

Kalimat itu meluncur dengan lugas dari Gito Rollies, artis ndugal yang kini memilih ke pintu pertobatan. Penampilan Gito tak lagi urekan dengan rambut awut-awutan dan celana jin belel. Bukan pula pelantun lagu-lagu cadas yang berjingkrak-jingkrak tidak keruan.

“Aku sudah mendapatkan banyak hal di dunia ini. Sekarang saatnya mengumpulkan amal untuk persiapan menghadapi hari akhir ,” katanya ketika memberi testimoni tentang perubahan dalam hidupnya.

Setelah mengalami pengalaman rohani, dirinya mulai banyak bergaul dengan kalangan ulama, mengaji, serta mempelajari Al-Qur’an dan Hadits secara mendalam. Perlahan-lahan Allah SWT tanamkan pemahaman arti hidup sebenarnya. Sang Gito Rollies merasa telah menemukan hujjah yang mendasari hidupnya.

“Dulu saya suka Mick Jagger, saya bahagia kalau populer. Ibaratnya, dulu tuhan saya adalah popularibeg. Nabi saya adalah para idola saya, dan rocker-rocker luar negeri, sekarang saya begitu mencintai Nabi Muhammad SAW dan ajaran-Nya,” ujarnya.

ALLAH MAHA BESAR, demikian kira-kira satu ungkapan yang cocok dialamatkan kepada legenda musik rock Indonesia tersebut. Ketika Gito memutuskan berputar haluan 180 derajat dari dunia rocker yang hingar bingar menuju kehidupan Islami yang sarat dengan dakwah, banyak sahabat yang kaget, seolah tak percaya. Apalagi bagi sahabat yang sangat mengenal Gito, rasa-rasanya “mustahil” ia berubah seperti itu. Dengan kata lain, apa yang dilakukan Gito ketika itu adalah “aneh bin ajaib”. Apalagi jika membandingkan gaya hidup dan penampilan Gito dulu yang “compang-camping” ala rocker, berubah menjadi seorang yang sangat Islami. Bahkan pakaian sehari-harinya pun bukan celana jins robek lagi, melainkan pakaian gamis lengkap dengan peci, layaknya umat Islam.

Sumber: http://forum.detik.com/kisah-alm-gito-rolies-menuju-taubat-t109994.html

Apa yang dapat kita ambil dari perjalanan Alm. Gito rollies adalah kekuasaan Tuhan kepada apa yang Ia kehendaki. Terkadang jika kita melihat orang bermain judi sambil minum miras terlintas difikiran kita menghakimi orang tersebut sebagai penghuni neraka. Sesungguhnya surga dan neraka adalah milik Tuhan, kita tidak berhak memutuskan siapa yang masuk neraka atau surga hanya Allah lah yang berhak atas segalanya. Akhir dari hidup Alm. Gito Rollies diisinya untuk mengabdi kepada Allah, su'ul khatimah atau khusnul khatimahnya seseorang bukan dilihat dari apa kedudukan statusnya tapi dilihat dari apa yang ia lakukan di akhir hidupnya. Ustad atau anak dari kiayi tidak menjamin untuk masuk surga, maka dari itu perbanyaklah istighfar karena yang menentukan matinya seseorang adalah Sang Pemberi Hidup Tuhan Yang Maha Esa. Gito Rollies menghembuskan nafasnya yang terakhir pada pukul 18.45 WIB, Kamis (28/02). Beliau menderita penyakit kanker getah benih sejak 2005. “Beliau meninggal setelah melakukan shalat Maghrib dan melakukan do’a terakhir,” ujar rekan artis yang turut melayatnya. Semoga kisah dari beliau mengispirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan semoga taubat, amalnya diterima oleh Allah SWT.
Amin ya robbal alamin

Minggu, 08 Desember 2013

Ungkapkan Apa yang Ada Di hatimu

Sanusi sudah lama menyukai Dewi temannya. Mereka sudah lama berteman. Sanusi tidak pernah mengungkapkan isi hatinya pada Dewi karena takut ditolak oleh Dewi. Sanusi hanya menyimpan isi hatinya dalam angan, Sanusi hanya dapat melihat foto-foto Dewi yang terpajang di diding kamarnya.

"Dewi kamu cantik banget.....!!"

Foto-foto yang tertempel di diding kamar Sanusi diantaranya adalah foto ketika Dewi ngupil, ada juga foto ketika malak anak TK, gelantungan di atas pohon, garuk-garuk ketiak, ngemil beling, dll.

Sekian lama Sanusi memendam rasa suka pada Dewi, ingin Sanusi nembak Dewi via telepon pada hari itu.

"Taatt,,,,toootttt,,,,toootttt,,,teeeetttt,,,," Sanusi memencet nomor yang ada di HPnya.

"Tuuutttt,,,,tuuutttt,,,,Halo,,,," SuaraDewi dalam telepon.

"Halo,,, Wi lu sibuk gak? Ada hal penting nih mau aku omongin"

"Iya Si,,, ada apa? Kebetulan aku lagi makan"

"Sayang,,, kamu lagi ngomong sama siapa?" Tiba-tiba ada suara cowok di telepon.

"Oh,,, ini yang Sanusi yang telepon" Jawab Dewi pada cowok tersebut.

"Wi itu tadi suara siapa?" Tanya Sanusi pada Dewi.

"Oh itu tadi suaranya Joko" Jawab Dewi.

"Jadi kamu jadian sama Joko?" Sanusi kaget.

"Iya,,,, kamu mau ngomong apa? Katanya penting"

Sejenak Sanusi kaget karena shok.

"Udah dulu ya Wi ada hal darurat, nenek ku tiba-tiba ngedance di atas genteng. Tuuutttt,,,,tuuuttt,,," Sanusi langsung menutup teleponnya.

Beberapa menit kemudian Sanusi memutuskan untuk ngemil baygon.

Kebayang kan kalo kejadian di atas dialami oleh kalian. Lu suka sama seseorang tapi lu gak berani mengungkapkan dan hanya mengidolakannya, aistilah kerennya adalah secret admirer, apaan tuh?! Secret= harapan, admirer= terdalam. Jadi secret admirer adalah harapan yang terdalam. Upsss!! Maaf.....!! Bukan itu artinya. Secret admirer adalah penggemar rahasia atau pengagum rahasia, kasian deh yang udah gw bohongin. Pasti kalian juga pernah jadi secret admirer, entah itu pada teman, kakak kelas, adik kelas, tukang bakso yang sering lewat di depan rumah, abang-abang yang suka nongkrong di salon, dll. Dan pasti ada hal yang istimewa dari seseorang tersebut, entah itu pada matanya, hidungnya, keteknya. Baik pribadinya atau fisiknya. Seperti yang dialami Sanusi pada Dewi.

"Dewi jarinya ada lima"

"Dewi hidungnya berlubang"

"Dewi kalo jalan pake kaki"

Biasanya kalo kita mengidolakan seseorang kita sering ngepoin orang tersebut, kepo maksudnya.

"Dewi sekarang ngapain ya?"

"Dewi kalo tidur nungging atau kayang gak ya?"

"Dewi kalo mau ngeludah dikumur dulu apa di buat gelembung dulu gak ya?"

Dan menyimpan hal-hal yang berhubungan dengan orang tersebut. Seperti Sanusi nyimpen foto-foto Dewi di kamarnya, foto-foto Dewi di sekolahnya, nyimpen video 3gp nya Dewi, nyimpen tisu bekas makannya Dewi, nyimpen jejak kakinya dewi ditanah, jadi itu jejak kaki disekop lalu dikasih formalin biar awet, dll. Itulah hal-hal yang sering kita lakukan pada orang yang kita idolakan dan pastinya nyesek banget kalo orang tersebut direbut duluan sama orang lain seperti cerita di atas. Untuk mendapatkan gebetan yang kita gebet simak tips-tips berikut ini:

Berani Tampil
Di belakang dia lu ngarep bisa dapatin dia tapi setelah di depannya nyali lu malah menciut. Harus berani tampil bro di depan dia, bagaimana dia bisa menganggap lu ada kalo lu sendiri cuma sembunyi-sembunyi deketin dia. Kalo gak kenal lu bisa kenalan dulu, dan lu harus berani masak berteman aja gak berani?! kalo misal dia adalah teman lama lu itu lebih mudah lagi karena dia udah terbiasa dengan kehadiran lu. Cuma butuh penambahan perhatian aja, perhatian yang biasa aja seperti antar jemput dia, nyiapin makanan kesukaan dia, bantuin dia mengerjakan tugas, bantuin dia kalo lagi kesusahan, jadi teman curhat yang baik bagi dia. Hal tersebut harus dilakukan dengan rutin agar dia menjadi terbiasa dengan hal itu. Dari keterbiasaan itu jika tidak ada kamu dia akan merasa kehilangan. Dan lu gak perlu ngasih perhatian yang lebay seperti udah makan belum, udah pipis belum, udah gila belum.

Sering-sering Ajak Jalan
Buat alasan untuk mengajaknya keluar, misal: "Eh hari ini di bioskop ada film baru loh (misal itu film kesukaannya). Gw udah beli tiket 2 tapi temen gw gak bisa bareng nonton. Lu mau gak gantiin temen gw", "Hari ini mau beli ..... temenin gw yuk,,, entar pulangnya tak traktir", dll. Atau lebih mudahnya lu punya aktifitas yang sama dengan dia seperti ekskul, komunitas tertentu, band, dll. Dengan begitu lu jadi semakin dekat dengan dia karena seringnya kalian berkomunikasi.

"Dewi makan yuk,,,,!!" Ajak Sanusi pada Dewi di telepon.

"Sanusi lu mau neraktir gw ya,,,? Oke gw siap-siap dulu" Jawab Dewi kemudian mematikan telepon dari Sanusi.

1 jam kemudian.

"Wi ko' dilihatin mulu makan donk,,,," Ucap Sanusi sambil melahap makanan yang ada di depannya.

"Thanks ya atas ajakannya makan, gw kira makan dimana. Eh ternyata makan di rumah gw" Dewi berbicara dengan muka sangar.

"Iya sama-sama tapi lu gak perlu asah golok di depan gw juga kali"

2 Jam kemudian Sanusi ditemukan mengambang di kali menjadi 12 potongan.

Buat Sesuatu Hal yang Menarik
Hal yang menarik itu bisa apa aja pokoknya yang membuatnya senang. Misal seperti nyanyiin lagu buat dia, apa lagi lu ada bakat bisaa mainin alat musik seperti gitar, drum, piano, dll. Kalo gak bisa ya usaha lah misal main dengan kecrekan, pukul-pukul panci emak lu, dll. Buat puisi untuk dia, video editan, ya pokoknya semenarik mungkin deh.

"Bro lu mau kemana, rapi amat!" Sapa Joko pada Sanusi ketika main di Panti Sosial.

"Gw mau ngasih kejutan buat Dewi, ini dia kejutannya tak simpen di tas" Sambil menunjukan tasnya pada Joko.

"Cie...elahh!!! Emang lu mau ngasih kejutan apa bro?"

"Ya pokoknya kejutan yang buat dia seneng, Dewi kan ikut ekstrakulikuler ngecor di sekolahnya jadi gw kasih hal yang ada hubungannya dengan itu"

"Wah penasaran nih! Kasih tau dong bro,,,,"

"Oke...oke karena lu sahabat gw, gw akan kasih tau ke lu secara khusus. Gw mau kasih Dewi tarrraaaaatttttt,,,,," Sanusi mengeluarkan batu bata di dalam tasnya.

"Wah bro lu romantis banget ya,,,," Joko njejelin batu bata ke mulut Sanusi.

Nyatakan Perasaan Lu
Nah yang terakhir lu harus nyatakan perasaan lu pada dia. Jangan terlalu lama dipendem entar keburu orang yang mendapatkan dia. Suasana dan waktunya harus tepat. Kalo bisa buat kejutan yang romantis. Sekian dulu tipsnya memang tipsnya agak tidak jelas yang penting memberi masukan untuk menyesatkan lah. Jiahahah
Semoga tipsnya tidak bermanfaat.

Sanusi ingin menyatakan cinta pada Dewi di kandang sapi. Ya elah!! Sanusi! Lu nembak cewek di kandang sapi, good idea.

"Hari ini aku mau menyatakan cinta sama seseorang" Ucap Sanusi pada Dewi.

"Sama siapa tuh!" Tanya Dewi agak jealous.

"Ada pokoknya dia itu orang yang selama ini dekat aku"

"Emang siapa sih? Selain gw dan tukang ojek kemayu langganan lu kayaknya enggak ada lagi yang mau deket sama lu" Tanya Dewi penasaran dengan hati yang cenat-cenut tingkat RT.

"Mau tau? Coba tebak inisialnya D"

"Oh jadi lu suka sama Darto tukang ojek langganan lu itu? Oke fine!!" Dewi langsung meninggalkan Sanusi tanpa menoleh sedikitpun padanya.

Sanusi hanya bisa termenung dengan pandangan kosong sambil nepukin pantat sapi.