Rabu, 25 Desember 2013

Novel Komedi

Beberapa hari ini gw jarang nulis karena sering baca novel. Ya gw beli novel baru dan beberapa novel itu lucunya kebangetan bagus banget buat orang yang lagi galau, pengen gantung diri, pengen gantung selingkuhannya pacar, dan pengen gantung jemuran. Hal itu membuat kadar kegantengan gw bertambah, pliss jangan naksir gw,,,,. Saran dari gw mending lu jangan coba-coba baca novel yang akan gw sebutkan nanti dibawah kalo lu enggak mau ketularan ganteng kayak gw. Plisss pokoknya jangan baca deh teks berikut ini.

Lohhh malah baca!!! Ya udah deh gw lanjut aja.

1. Benabook
Jenis: Novel komedi
Penulis: Benazio Rizki Putra (Benakribo)
Penerbit: bukune
Benazio Rizki atau akrab dipangggil Benakribo adalah seorang blogger, Videographer, dll. Benakribo bukanlah seorang penulis melainkan seorang creative blogger, silahkan kunjungi blog pribadinya di www.benablog.com. Dalam bukunya bena menceritakan kehidupannya dari saat dia ada di perut ibunya sampai akhirnya dia memutuskan untuk menjadi Videographer, begitu pula dengan percintaannya Bena menceritakan perjalanan asmaranya yang,,,, enggak usah gw sebut deh! Bena gw turut prihatin sama nasib lu. Jiahahahah
Bena paling akrab dipanggil Benakribo, ya karena rambutnya kribo. Coba kalo rambutnya lurus dia enggak mungkin dipanggil Benakribo tapi Benalurus. Ciri-ciri lain adalah Bena selalu memakai kacamata, bisa dibilang mirip sama tokoh kartun dari Jepang Bobobo bo bo bobo.
Pisss bro,,,pisss bro,,,pisss bro. Di dalam buku ini bukan hanya cerita konyol dari Bena saja tapi juga ada tips-tips, games, dan ilustrasi gambar yang lucu, dijamin lu enggak akan bosen baca buku ini.

2. Poconggg juga pocong
Jenis: Novel komedi
Penulis: Arief Muhammad
Penerbit: bukune
Buku kedua yang sukses membuat gw ngakak sepanjang malam. Jika lu adalah pengguna twitter coba lu cari @poconggg nah ini lah si pocong yang ada di dalam buku. Tapi jangan kaget kalo melihat followernya, si poconggg ini cukup terkenal di twitter, sekarang followernya sudah mencapai 2 juta lebih. Ohhh poconggg nikahin gw, jadiin gw suami lu biar gw ikud terkenal kayak lu. 100% isi cerita dalam bukunya adalah fiksi, asli bukan kisah nyata. Dimulai dari kisah percintaannya dengan sesama jenis, maksudnya sesama setan, kisah tragisnya menjadi pocong cupu, dan kisah kegalauannya karena enggak punya cewek. Juga ada prediksi pocong menurut zodiak dan email dari followernya. Sumpah ini Novel cupu abis. gkgkgkgkgk
Pisss bro,,,pisss bro,,,,

3. Anak Kos Dodol (AKD)
Jenis: Novel komedi
Penulis: Dewi Rieka Kustiantari
Penerbit: Gradien Mediatama

Buku terakhir ini memiliki beberapa sekuel, dari Anak Kos Dodol vol. 1 sampai Anak Kos Dodol tamat, ada juga versi komiknya. Buku ini cocok buat cewek-cewek terutama anak kosan. Berceritakan kisah hidup Dedew sang penulis yang penuh dengan kehebohan dengan teman-teman sekosannya, bertempat di Jogjakarta Puri Cantika kosannya Pak Sayuti. Selain cerita lika-liku anak kosan di buku ini juga terdapat tips ala anak kosan. Pasti enggak akan bosen baca buku ini.

Nah itu tadi beberapa Novel komedi yang dapat lu koleksi sebagai pengisi waktu senjang jikalau sedang suntuk atau pusing karena mikirin tugas yang enggak pernah kelar-kelar. Sekian dulu, semoga bermanfaat ^_^

Kamis, 19 Desember 2013

Sahabat Jadi Cinta

Sanusi bingung dengan Joko sahabat karibnya yang tiba-tiba marah padanya. Memang Sanusi merasa bersalah karena dia sudah melanggar janji untuk main sumo dengan Joko. Sanusi melanggar janjinya karena dia sedang kencan dengan Dewi gebetan dari Sanusi.

"Oke gw emang salah, gw minta maaf. Tapi lu gk perlu semarah ini kan Jo,,,,,!!" Ucap Sanusi membela diri.

"Udalah simpen kata-kata lu. Lu tau gk gw nunggu lu dari jamannya Rano Karno pegang Ipad sampe dia jadi wakil gubernur lu gk dateng-dateng"

"Iya,,, gw tau tapi sebagai sahabat lu juga harus ngerti donk kalo gw lagi PDKT sama Dewi"

"Oke fine mulai sekarang kita jalan sendi-sendiri"

"Sendiri-sendiri,,,,sendiri-sendiri,,,,sendiri-sendiri,,,,," Kata sendiri-sendiri dulang-ulang seperti yang ada dalam sinetron.

Joko memalingkan badannya, Sanusi terdiam melihat kepergian Joko. Tiba-tiba terjadi slowmotion sambil diiringi lagu Agnes Monica Teruskanlah. Mata Sanusi berkaca-kaca terbayang semua kenangan indah bersama Jokok waktu dulu, diantaranya ketika Sanusi dijorokin Joko ke empang, ketika Joko naruh upil di jidat Sanusi, ketika Sanusi nyuri dalemannya Joko. Kemudain dia pulang dengan rasa sedih yang mendalam. Setibanya di rumah Sanusi merebahkan badannya di sofa.

"Joko kenapa harus gini? Kenapa kamu meninggalkan aku?"

Sanusi tak tahan menahan air matanya. Beranjak dia ke shower kamar mandi. Sanusi menangis sejadi-jadinya sampai kelopak matanya lebam.

"Enggak!! Enggak boleh gini terus. Gw harus ngomong dengan Joko" Itu kata Sanusi.

Keesokan harinya Sanusi menemui Joko.

"Joko,,,! Sampai kapan seperti ini terus kita uda lama bersahabat. Masak gara-gara gini aja persahabatan kita hancur?" Ucap Sanusi sambil pegang pundak Joko dengan di iringi backshound Cinta Fitri.

"Ya uda maafin gw, gw terlalu lebay atas kejadian yang kemarin. Seharusnya gw gk gitu? Tapi sebenarnya gw kemarin gitu karena ada sebabnya"

"Lalu apa Jok sebabnya,,,,?" Sanusi penasaran.

"Sebenernya gw uda lama suka sama lu, Sanusi" ucap Joko.

Sanusi terdiam, suasana menjadi hening, backshound juga ikud terhenti.

"Apa Jok,,,!!!" Sanusi terkaget dengan ucapan Joko.

"Iya,, uda lama gw suka sama lu tapi gw terlalu takut untuk mengungkapkannya karena kita bersahabat"

Sanusi mengerti perasaan Joko terhadapnya. Sanusi tersenyum manis pada Joko sambil memegang kedua tangan Joko.

"Iya,,, gw hargai perasaan lu sama gw tapi lebih baik kita berteman aja ya,,,," Ucap Sanusi.

Joko mengangguk dengan senyum yang manis. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan menuju matahari yang terbenam. Tiba-tiba entah dari mana terdengar suara lagunya Acha Septriasa Berdua lebih baik.

-TAMAT-

Ceritanya dramatis banget, tolong yang uda baca cerita diatas jangan nangis. Gw serius,,,, plissss jangan nangis. Memang agak susah kalo tiba-tiba sahabat menjadi cinta, kata Zigas sih gitu. Maka dari itu sebelum semuanya terjadi kita harus tau ciri-ciri sahabat menjadi cinta. Yang jelas kalo orang lagi jatuh cinta itu pasti berbeda dari yang biasanya, lebih perhatian, lebih sering memperhatikan lu, lebih suka kalo bersama lu. Pokoknya enggak kayak biasanya deh,,,, sebenernya gw mau ngasih tips tapi karena gw enggak pernah mengalami kasus yang kayak gini mending lupain aja deh,,,, bodo amat sama masalah lu. Jiahahahah

Yang punya pengalaman seperti cerita diatas share aja, tiba-tiba gw pengen diceritain yang kayak begituan. hahahah
Tapi dengan catatan enggak kayak Sanusi dan Joko. hahahahah

Minggu, 15 Desember 2013

Memoriam Gito Rollies, Semoga Dapat Mengispirasi Kita

Cukup Bagiku - Opick feat. Gito Rollies

Penuhi jiwa ini dengan satu rindu
Rindu untuk mendapatkan cinta-Mu
Meski tak layak ku harap debu cinta-Mu
Meski begitu hina ku bersimpuh

Cukup bagiku Allah, segalanya bagiku
Dihatiku ini penuh berisi segala tentang Allah
Kepada Nabi Muhammad, tercurah shalawat Allah
Tiada Tuhan selain Allah, cukup bagiku Allah

Hasbi Rabbi Jalallah
Mafi qolbi Ilallah
Alalhadi sholallah
Laa ilaa ha Illallah.

Dulu saya sangat suka dengan lagu ini, lagu yang menyentuh hati nurani saya. Ini adalah lagu yang dinyanyikan oleh Opick dan Alm. Gito Rollies. Kenapa saya sangat suka dengan lagu ini? Karena si penyanyi Gito Rollies begitu menghayati setiap lirik dari lagu tersebut. Seperti curhatan isi hati dari Seorang hamba kepada Sang Pencipta. Hati ini selalu bergetar jika mendengar lagu ini, bahkan terkadang saya menangis. Seperti saat saya mendengarkan lagu-lagu dari Opick, dulu saya penggemar lagu-lagu Opick.

Sebenarnya sosok Gito Rollies itu seperti apa? Kenapa beliau begitu menghayati lagu tersebut? Ternyata masa lalu dari Gito Rollies hampir mirip dengan Opick. Sama-sama pernah menjadi rockstar, sama-sama memiliki masa lalu yang kelam. Bangun Sugito Tukiman, lahir di Biak, Papua, 1 November 1947. Selepas SMA, di kota Bandung, Bangun Sugito Tukiman (vokal) bersama rekan-rekannya, Teuku Zulian Iskandar Madian (saxophone, gitar), Benny Likumahuwa (trombone, flute), Didiet Maruto (trumpet), Jimmie Manoppo (drum), dan Oetje F. Tekol (bas) mendirikan band yang bernama The Rollies. Di era 1970-an, The Rollies semakin eksis dan menunjukkan taringya sebagai grup band rock handal di tanah air. Belakangan, setelah sukses dengan beberapa hits yang sempat bertengger di belantika musik Indonesia, namanya pun berganti menjadi Gito Rollies. Waktu terus berjalan, anak tangga karir perlahan-lahan ditapaki satu demi satu. Sanjungan dan pujian, memmembuat dirinya telah merasa menjadi seorang Mick Jagger Indonesia, sosok yang dikagumi dan diidolakannya.

Pria yang sempat mengenyam kuliah dua tahun di Jurusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB), terus larut bersama kebesaran The Rollies. Aksi panggungnya mirip dengan sang idola, suara serak ala James Brown, bapak moyang soul dan funk, menjadikannya pusat perhatian. Kesuksesan di panggung telah mengantarkan diri dan kelompoknya di industri rekaman, pun mengantarkannya menjadi hedonis sejati.

“Tiap Jumat siang kami berangkat ke daerah Puncak Bogor untuk pesta miras dan narkoba,” Ungkap Gito dengan nada sesal.

Di masa ketenarannya, pada awal tahun 1980, ia menjalin hubungan intim dengan putri seorang aktor dan komedian besar, Uci Bing Slamet, dan darinya dikaruniai seorang anak lalu berpisah setelahnya. Bahkan setelah menikah dengan perempuan impor, wanita keturunan Belanda, Michelle Van der Rest, tahun 1983, ia masih belum bisa melepaskan diri sepenuhnya dari pengaruh narkotika (AntaraNews).

Setelah bersolo karir, dia menelorkan sejumlah album solo, yakni Tuan Musik (1986), Permata Hitam/Sesuap Nasi (1987), Aku tetap Aku (1987), Air Api (1987) dan Tragedi Buah Apel (1987) dan Goyah (1987).
Sebagai aktor Gito memulai debutnya di dunia film lewat Buah Bibir (1973) sebagai figuran. Setelah benar-benar menjadi aktor ia bermain dalam Perempuan Tanpa Dosa (1978), Di Ujung Malam (1979) dan Sepasang Merpati (1979), dan Permainan Bulan Desember (1980), dan Kereta Api Terkahir (…). Namun kekuatan aktingnya terlihat pada Janji Joni yang mengantarkannya meraih piala Citra untuk kategori Aktor Pembatu Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia tahun 2005.

Tahun 1995, atau tepat setelah 10 November, Sang Rocker baru benar-benar berhenti mengkonsumsi drugs dan alkohol, setelah mengalami sebuah peristiwa yang memmembuatnya shock lahir batin. Sepulang dari konser Hari Pahlawan di Surabaya, di bawah pengaruh narkoba, selama tiga hari ia mengalami fly, tak bisa makan dan tak bisa tidur, dan selama tiga hari itu semua kelakuannya di masa lalu seperti diputar di depan mata. “Saya takut sekali,” ujarnya seperti diungkap kepada koran Tempo. Namun yang paling memmembuatnya ciut justru menyangkut segala omongan yang pernah terlontar dari mulutnya. Fitnah dan gunjingan terhadap musisi lain, termasuk melakukan ghibah (membicarekan kejelekan orang lain). Pengalaman tiga hari itulah yang menjadi titik balik dirinya untuk kembali kepada Allah.

Bisa jadi peristiwa yang ia alami, karena Allah hendak mengabarkan hal itu kepadanya sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Di usia kepala empatnya, seorang Gito Rollies diingatkan Allah SWT melalui sebuah peristiwa spiritual yang memmembuatnya bergidik ketakukan. Nyalinya ciut, gemetar badannya, kekuatan musik cadas tak mampu menyangga hatinya yang terkoyak kala tanda-tandaNya telah diterima saat dirinya fly. Kesadaran bathinnya bergolak untuk bangkit dari masa-masa kelam yang telah mengotori jiwanya.

Sang Rocker kini dalam kesadaran awal setelah puluhan tahun terlelap bersama kesuksesan, polularibeg, dan kenikmatan duniawi. “Saya harus hijrah, bukan ini tujuan saya dilahirkan ke muka bumi, tetapi ada tugas lain yang harus saya lakukan sebagai bekal pertemuan dengan Sang Pemilik jiwa ini,” ujar hati itu berkata lirih.

Sebelum merasakan ke-Mahaan Allah dalam dirinya, Bangun Sugito hidup dalam serba kecukupan. Bergelimang kemewahan, bergiat dalam kehidupan malam, bertemankan jarum neraka. Begitulah hari demi hari yang dilalui seolah pakaian yang tak pernah lepas dari badannya. Bahagiakah hidup seperti itu? Mendatangkan ketenangankah semua itu? Sebuah pertanyaan yang belum terjawab, sebuah rasa yang belum pernah ada dan sebuah keinginan yang belum tercapai. Pada akhirnya semuanya hanya menghantarkannya ke alam risau, resah dan gelisah. Klimaks terjadi kala ia merayakan ulangtahunnya yang ke-50 pada 1997. Di situ, Gito mengundang seluruh karibnya untuk berpesta alkohol dan obat sepuasnya.

Dalam kerisauan panjang, beriring desah dan keluh kesah, daerah Puncak Bogor –Puncak dikenal sebagai tempat rekreasi di daerah Jawa Barat– selalu menjadi tempat menumpahkan penat, mengubur kegundahan yang membuncah. Wal hasil bukan ketenangan yang didapat bahkan gelisah itu makin menjadi. Namun dari daerah inilah benih hidayah itu mulai mekar membesar. Puncak menjadi tempat bersejarah, tempat solusi menjawab segala kerisauan.

Saat itu hari Jumat siang. Pria dengan rambut awut-awutan ini masih memegang botol miras, duduk di tempat yang tinggi sambil sesekali memandang ke arah bawah. Pandangannya tertuju kepada beberapa warga desa yang banyak menuju mesjid, hatinyapun bergetar, kerisauanpun kembali mengusik hati.

"Mereka dengan kesahajaan bisa menemukan kebahagiaan. Apakah di Masjid ada kebahagiaan?!" Pertanyaan itu selalu mengusik Gito.

Sungguh pemandangan indah di hari Jumat itu, memberi arti tersendiri bagi kehidupan Gito Rollies. Sulit dibedakan keterusikan karena sekedar ingin tahu atau ini adalah awal Allah membukakan hatinya bagi pintu tobat. Dicobanya untuk mendekati Masjid itu, subhanallah, seperti ada magnit yang memendekkan langkahnya untuk tiba.

"Mungkin di sana ada kebahagiaan." Terlihatlah sebuah pemandangan yang meluluhlantakan kegelisahannya selama ini.

"Rasanya seluruh otakku tiba-tiba dipenuhi oleh kekaguman. Dan entah kenapa, aku seperti mendapatkan ketenangan melihat orang-orang ruku, sujud dalam kekhusuan,"

"Bukankah apa yang kulakukan selama ini untuk mendapatkan ketenangan, tapi kenapa tidak? Ya, aku telah bergelut dengan kesalahan dan tetek bengeknya yang semuanya adalah dosa. Benarkah Allah tidak akan mengampuni dosaku? Lanbeg membuat apa aku hidup jika jelas-jelas bergelimang dalam ketidakbahagiaan." Pikiran itu terus bergelayut seakan haus jawaban.

"Malam itu aku benar-benar tidak dapat memejamkan mata. Aku gelisah sekali. Ya, ternyata aku yang selama ini urekan, permisive ternyata masih takut dengan dosa dan neraka. Berhari-hari aku mengalami kegelisahan yang luar biasa. Hingga suatu malam, di saat kegelisahanku mencapai “puncaknya”, aku memutuskan untuk memulai hidup baru."

Ketika mentari terbit, Gito langsung mengajak istrinya untuk pergi ke Bandung, menjenguk sang ibunda. Di sana, ia mengutarakan niatnya untuk tobat yang disambut tangis haru sang ibu. Sejak saat itu, Gito resmi meninggalkan dunia kelam.

Satu yang disyukuri Gito adalah, dukungan dan kesabaran sang istri, Michelle, yang tak pantang habis.

“Saat aku sudah belajar agama, aku tidak berupaya menyuruhnya shalat. Ia tiba-tiba belajar shalat sendiri, begitu juga anak-anak. Suatu hari, ketika aku pulang, tiba-tiba aku mendapatinya tengah mematut diri di depan kaca sambil mengenakan jilbab. Padahal aku tidak pernah menyuruhnya. Subhanallah, istriku memang yang terbaik yang pernah diberikan Allah,” kata ayah dari empat putra ini.

Tobatnya Gito juga disyukuri oleh sang mertua, warga negara Belanda yang berimigrasi ke Kanada. Meski berbeda keyakinan, ibu mertuanya justru senang dengan perubahan yang dialami Gito.

“Kata beliau, aku jadi lebih kalem ketimbang dulu, meski sekarang pakai jenggot segala. Bahkan aku jadi menantu favoritnya lho,” tuturnya sambil terkekeh.

“Mengapa Allah memberikan hidayah kepada diriku yang kerdil ini? Mengapa Allah menciptakan makhluk yang penuh dosa ini?”

Gito mengaku harus merenung lama untuk menemukan jawaban itu. Setelah dia menjalankan shalat dan menunaikan haji, jawaban itu baru mampir di benak dan pikirannya.

“Ternyata, Allah menciptakanku untuk menjadi manusia baik. Semula mengikuti idolaku, Mick Jagger. Aku menjadi penyanyi dan rekaman lalu mendapat honor. Tapi itu bukan kebahagiaan sepenuhnya membuatku.”

“Mick Jagger itu dulu menjadi idolaku. Ikut mabok, main cewek, dan seabrek dunia kelam lain. Tapi sekarang aku mengidolakan Nabi. Dan sekarang, aku menemukan nikmat yang tiada tara.”

Kalimat itu meluncur dengan lugas dari Gito Rollies, artis ndugal yang kini memilih ke pintu pertobatan. Penampilan Gito tak lagi urekan dengan rambut awut-awutan dan celana jin belel. Bukan pula pelantun lagu-lagu cadas yang berjingkrak-jingkrak tidak keruan.

“Aku sudah mendapatkan banyak hal di dunia ini. Sekarang saatnya mengumpulkan amal untuk persiapan menghadapi hari akhir ,” katanya ketika memberi testimoni tentang perubahan dalam hidupnya.

Setelah mengalami pengalaman rohani, dirinya mulai banyak bergaul dengan kalangan ulama, mengaji, serta mempelajari Al-Qur’an dan Hadits secara mendalam. Perlahan-lahan Allah SWT tanamkan pemahaman arti hidup sebenarnya. Sang Gito Rollies merasa telah menemukan hujjah yang mendasari hidupnya.

“Dulu saya suka Mick Jagger, saya bahagia kalau populer. Ibaratnya, dulu tuhan saya adalah popularibeg. Nabi saya adalah para idola saya, dan rocker-rocker luar negeri, sekarang saya begitu mencintai Nabi Muhammad SAW dan ajaran-Nya,” ujarnya.

ALLAH MAHA BESAR, demikian kira-kira satu ungkapan yang cocok dialamatkan kepada legenda musik rock Indonesia tersebut. Ketika Gito memutuskan berputar haluan 180 derajat dari dunia rocker yang hingar bingar menuju kehidupan Islami yang sarat dengan dakwah, banyak sahabat yang kaget, seolah tak percaya. Apalagi bagi sahabat yang sangat mengenal Gito, rasa-rasanya “mustahil” ia berubah seperti itu. Dengan kata lain, apa yang dilakukan Gito ketika itu adalah “aneh bin ajaib”. Apalagi jika membandingkan gaya hidup dan penampilan Gito dulu yang “compang-camping” ala rocker, berubah menjadi seorang yang sangat Islami. Bahkan pakaian sehari-harinya pun bukan celana jins robek lagi, melainkan pakaian gamis lengkap dengan peci, layaknya umat Islam.

Sumber: http://forum.detik.com/kisah-alm-gito-rolies-menuju-taubat-t109994.html

Apa yang dapat kita ambil dari perjalanan Alm. Gito rollies adalah kekuasaan Tuhan kepada apa yang Ia kehendaki. Terkadang jika kita melihat orang bermain judi sambil minum miras terlintas difikiran kita menghakimi orang tersebut sebagai penghuni neraka. Sesungguhnya surga dan neraka adalah milik Tuhan, kita tidak berhak memutuskan siapa yang masuk neraka atau surga hanya Allah lah yang berhak atas segalanya. Akhir dari hidup Alm. Gito Rollies diisinya untuk mengabdi kepada Allah, su'ul khatimah atau khusnul khatimahnya seseorang bukan dilihat dari apa kedudukan statusnya tapi dilihat dari apa yang ia lakukan di akhir hidupnya. Ustad atau anak dari kiayi tidak menjamin untuk masuk surga, maka dari itu perbanyaklah istighfar karena yang menentukan matinya seseorang adalah Sang Pemberi Hidup Tuhan Yang Maha Esa. Gito Rollies menghembuskan nafasnya yang terakhir pada pukul 18.45 WIB, Kamis (28/02). Beliau menderita penyakit kanker getah benih sejak 2005. “Beliau meninggal setelah melakukan shalat Maghrib dan melakukan do’a terakhir,” ujar rekan artis yang turut melayatnya. Semoga kisah dari beliau mengispirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan semoga taubat, amalnya diterima oleh Allah SWT.
Amin ya robbal alamin

Minggu, 08 Desember 2013

Ungkapkan Apa yang Ada Di hatimu

Sanusi sudah lama menyukai Dewi temannya. Mereka sudah lama berteman. Sanusi tidak pernah mengungkapkan isi hatinya pada Dewi karena takut ditolak oleh Dewi. Sanusi hanya menyimpan isi hatinya dalam angan, Sanusi hanya dapat melihat foto-foto Dewi yang terpajang di diding kamarnya.

"Dewi kamu cantik banget.....!!"

Foto-foto yang tertempel di diding kamar Sanusi diantaranya adalah foto ketika Dewi ngupil, ada juga foto ketika malak anak TK, gelantungan di atas pohon, garuk-garuk ketiak, ngemil beling, dll.

Sekian lama Sanusi memendam rasa suka pada Dewi, ingin Sanusi nembak Dewi via telepon pada hari itu.

"Taatt,,,,toootttt,,,,toootttt,,,teeeetttt,,,," Sanusi memencet nomor yang ada di HPnya.

"Tuuutttt,,,,tuuutttt,,,,Halo,,,," SuaraDewi dalam telepon.

"Halo,,, Wi lu sibuk gak? Ada hal penting nih mau aku omongin"

"Iya Si,,, ada apa? Kebetulan aku lagi makan"

"Sayang,,, kamu lagi ngomong sama siapa?" Tiba-tiba ada suara cowok di telepon.

"Oh,,, ini yang Sanusi yang telepon" Jawab Dewi pada cowok tersebut.

"Wi itu tadi suara siapa?" Tanya Sanusi pada Dewi.

"Oh itu tadi suaranya Joko" Jawab Dewi.

"Jadi kamu jadian sama Joko?" Sanusi kaget.

"Iya,,,, kamu mau ngomong apa? Katanya penting"

Sejenak Sanusi kaget karena shok.

"Udah dulu ya Wi ada hal darurat, nenek ku tiba-tiba ngedance di atas genteng. Tuuutttt,,,,tuuuttt,,," Sanusi langsung menutup teleponnya.

Beberapa menit kemudian Sanusi memutuskan untuk ngemil baygon.

Kebayang kan kalo kejadian di atas dialami oleh kalian. Lu suka sama seseorang tapi lu gak berani mengungkapkan dan hanya mengidolakannya, aistilah kerennya adalah secret admirer, apaan tuh?! Secret= harapan, admirer= terdalam. Jadi secret admirer adalah harapan yang terdalam. Upsss!! Maaf.....!! Bukan itu artinya. Secret admirer adalah penggemar rahasia atau pengagum rahasia, kasian deh yang udah gw bohongin. Pasti kalian juga pernah jadi secret admirer, entah itu pada teman, kakak kelas, adik kelas, tukang bakso yang sering lewat di depan rumah, abang-abang yang suka nongkrong di salon, dll. Dan pasti ada hal yang istimewa dari seseorang tersebut, entah itu pada matanya, hidungnya, keteknya. Baik pribadinya atau fisiknya. Seperti yang dialami Sanusi pada Dewi.

"Dewi jarinya ada lima"

"Dewi hidungnya berlubang"

"Dewi kalo jalan pake kaki"

Biasanya kalo kita mengidolakan seseorang kita sering ngepoin orang tersebut, kepo maksudnya.

"Dewi sekarang ngapain ya?"

"Dewi kalo tidur nungging atau kayang gak ya?"

"Dewi kalo mau ngeludah dikumur dulu apa di buat gelembung dulu gak ya?"

Dan menyimpan hal-hal yang berhubungan dengan orang tersebut. Seperti Sanusi nyimpen foto-foto Dewi di kamarnya, foto-foto Dewi di sekolahnya, nyimpen video 3gp nya Dewi, nyimpen tisu bekas makannya Dewi, nyimpen jejak kakinya dewi ditanah, jadi itu jejak kaki disekop lalu dikasih formalin biar awet, dll. Itulah hal-hal yang sering kita lakukan pada orang yang kita idolakan dan pastinya nyesek banget kalo orang tersebut direbut duluan sama orang lain seperti cerita di atas. Untuk mendapatkan gebetan yang kita gebet simak tips-tips berikut ini:

Berani Tampil
Di belakang dia lu ngarep bisa dapatin dia tapi setelah di depannya nyali lu malah menciut. Harus berani tampil bro di depan dia, bagaimana dia bisa menganggap lu ada kalo lu sendiri cuma sembunyi-sembunyi deketin dia. Kalo gak kenal lu bisa kenalan dulu, dan lu harus berani masak berteman aja gak berani?! kalo misal dia adalah teman lama lu itu lebih mudah lagi karena dia udah terbiasa dengan kehadiran lu. Cuma butuh penambahan perhatian aja, perhatian yang biasa aja seperti antar jemput dia, nyiapin makanan kesukaan dia, bantuin dia mengerjakan tugas, bantuin dia kalo lagi kesusahan, jadi teman curhat yang baik bagi dia. Hal tersebut harus dilakukan dengan rutin agar dia menjadi terbiasa dengan hal itu. Dari keterbiasaan itu jika tidak ada kamu dia akan merasa kehilangan. Dan lu gak perlu ngasih perhatian yang lebay seperti udah makan belum, udah pipis belum, udah gila belum.

Sering-sering Ajak Jalan
Buat alasan untuk mengajaknya keluar, misal: "Eh hari ini di bioskop ada film baru loh (misal itu film kesukaannya). Gw udah beli tiket 2 tapi temen gw gak bisa bareng nonton. Lu mau gak gantiin temen gw", "Hari ini mau beli ..... temenin gw yuk,,, entar pulangnya tak traktir", dll. Atau lebih mudahnya lu punya aktifitas yang sama dengan dia seperti ekskul, komunitas tertentu, band, dll. Dengan begitu lu jadi semakin dekat dengan dia karena seringnya kalian berkomunikasi.

"Dewi makan yuk,,,,!!" Ajak Sanusi pada Dewi di telepon.

"Sanusi lu mau neraktir gw ya,,,? Oke gw siap-siap dulu" Jawab Dewi kemudian mematikan telepon dari Sanusi.

1 jam kemudian.

"Wi ko' dilihatin mulu makan donk,,,," Ucap Sanusi sambil melahap makanan yang ada di depannya.

"Thanks ya atas ajakannya makan, gw kira makan dimana. Eh ternyata makan di rumah gw" Dewi berbicara dengan muka sangar.

"Iya sama-sama tapi lu gak perlu asah golok di depan gw juga kali"

2 Jam kemudian Sanusi ditemukan mengambang di kali menjadi 12 potongan.

Buat Sesuatu Hal yang Menarik
Hal yang menarik itu bisa apa aja pokoknya yang membuatnya senang. Misal seperti nyanyiin lagu buat dia, apa lagi lu ada bakat bisaa mainin alat musik seperti gitar, drum, piano, dll. Kalo gak bisa ya usaha lah misal main dengan kecrekan, pukul-pukul panci emak lu, dll. Buat puisi untuk dia, video editan, ya pokoknya semenarik mungkin deh.

"Bro lu mau kemana, rapi amat!" Sapa Joko pada Sanusi ketika main di Panti Sosial.

"Gw mau ngasih kejutan buat Dewi, ini dia kejutannya tak simpen di tas" Sambil menunjukan tasnya pada Joko.

"Cie...elahh!!! Emang lu mau ngasih kejutan apa bro?"

"Ya pokoknya kejutan yang buat dia seneng, Dewi kan ikut ekstrakulikuler ngecor di sekolahnya jadi gw kasih hal yang ada hubungannya dengan itu"

"Wah penasaran nih! Kasih tau dong bro,,,,"

"Oke...oke karena lu sahabat gw, gw akan kasih tau ke lu secara khusus. Gw mau kasih Dewi tarrraaaaatttttt,,,,," Sanusi mengeluarkan batu bata di dalam tasnya.

"Wah bro lu romantis banget ya,,,," Joko njejelin batu bata ke mulut Sanusi.

Nyatakan Perasaan Lu
Nah yang terakhir lu harus nyatakan perasaan lu pada dia. Jangan terlalu lama dipendem entar keburu orang yang mendapatkan dia. Suasana dan waktunya harus tepat. Kalo bisa buat kejutan yang romantis. Sekian dulu tipsnya memang tipsnya agak tidak jelas yang penting memberi masukan untuk menyesatkan lah. Jiahahah
Semoga tipsnya tidak bermanfaat.

Sanusi ingin menyatakan cinta pada Dewi di kandang sapi. Ya elah!! Sanusi! Lu nembak cewek di kandang sapi, good idea.

"Hari ini aku mau menyatakan cinta sama seseorang" Ucap Sanusi pada Dewi.

"Sama siapa tuh!" Tanya Dewi agak jealous.

"Ada pokoknya dia itu orang yang selama ini dekat aku"

"Emang siapa sih? Selain gw dan tukang ojek kemayu langganan lu kayaknya enggak ada lagi yang mau deket sama lu" Tanya Dewi penasaran dengan hati yang cenat-cenut tingkat RT.

"Mau tau? Coba tebak inisialnya D"

"Oh jadi lu suka sama Darto tukang ojek langganan lu itu? Oke fine!!" Dewi langsung meninggalkan Sanusi tanpa menoleh sedikitpun padanya.

Sanusi hanya bisa termenung dengan pandangan kosong sambil nepukin pantat sapi.

Kamis, 28 November 2013

Harapan

belajar nulis, heheheh,,,,

Di pagi hari itu Tomy sibuk mencari ensiklopedianya di rak buku karena dia mendapat tugas dari sekolahnya mencari jenis-jenis serangga. Tanpa disengaja Tomy menemukan sebuah album foto.


“Tomy sedang apa kamu remot TVnya ditaru dimana?” Teriak Ayahnya dari kejauhan.


“Sebentar Yah,,,!!” Sahut Tomy.


Lalu Tomy menghampiri Ayahnya di ruang keluarga sambil membawa album foto yang dia temukan tadi.


“Ayah aku menemukan ini di rak buku. Ada fotoku ketika aku masih kecil, foto Bunda dan Ayah” Sambil menunjukan album foto ke Ayahnya.


“Loh ini kan album foto keluarga kita? Bahkan Ayah sudah lupa dimana menyimpannya dulu” Kata Ayahnya.


Mereka pun membuka lembar per lembar album foto itu. Aldy ayah Tomy sampai lupa mencari remot TV karena sibuk membuka lembar per lembar album foto bersama Tomy. Album foto itu adalah album keluarga mereka dari ketika Aldy dan Eky Ibu dari Tomy berpacaran sampai menikah. Tomy adalah anak tunggal Aldy dan Eky, anak yang terbilang penurut dan berprestasi di sekolahnya. Itu karena Aldy dan Eky mendidik Tomy dengan tegas, disiplin dan kasih sayang. Aldy bekerja sebagai Analisis Sistem disebuah perusahaan di Surabaya dan Eky bekerja sebagai guru les musik di sebuah SMP di Surabaya.


“Ini ketika ulang tahunnya Tomy yang pertama. Tomy nagis ketika mau tiup lilin” Ucap Aldy pada Tomy.


“hahahah…………!” Aku jadi malu ternyata aku dulu cabi juga ya Yah” Sahut Tomy sambil tertawa.


Satu per satu album mereka buka.


“Ini siapa Yah mesra banget. Mantannya Ayah ya….! Cie…,, tak bilangin Bunda loh….!!” Canda Tomy pada Ayahnya.


“Oh… ini Tom! Ini adalah wanita dan cinta terakhir Ayah” Jawab Ayahnya.


“Maksud Ayah!!” Tomy heran.


“Ini Ibumu dulu” Jawab Ayahnya.


Tomy kaget tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ayahnya. Seakan-akan dia tidak percaya bahwa foto yang sedang dilihatnya adalah ibunya.


“Bagaimana mungkin bunda cantik sedangkan yang di foto ini cupu, kurus dan di pipinya penuh bintik-bintik noda” Ucap Tomy terheran-heran.


“Heheheh…..,, umurmu berapa Tom sekarang” Tanya Ayahnya sambil tersenyum manis.


“Aku sudah berumur 15 Tahun Yah” Jawab Tomy.


“Ternyata anak Ayah sudah gede ya? Ayah rasa sudah cukup dewasa untuk mendengar cerita Ayah ini”


“Memang cerita apa Yah?!” Tanya Tomy.


“Dulu waktu Ayah kuliah di Universitas Surabaya Ayah adalah mehasiswa terpopuler di kampus, Ayah selalu ikut berbagai kegiatan kampus. Teman Ayah banyak, pergaulan Ayah luas. Dulu Ayah juga sempat pacaran dengan tante Rere”


“What!! Tante Rere Yah! Sela Tomy ketika Ayahnya bercerita.


“Iya Tante Rere tapi kita putus waktu itu”


*kembali ke 20 Tahun yang lalu*


“Aldy kita putus!!” Bentak Rere pada Aldy ketika mereka berbicara di pinggir lapangan basket.


“Apa yank! Apa maksudmu yank?! Kenapa minta putus? Padahal hubungan kita sedang harmonis. Apa aku punya salah?” Ucap Aldy memelas pada Rere.


“Memang tapi aku uda bosen sama kamu! Kamu uda enggak seromantis dulu”


“Apa katamu?!!” Aldy sangat kaget.


“Iya aku sudah merasa jenuh dengan hubungan ini” Ucap Rere dengan santainya.


“Jenuh!! Aku tau kamu jenuh karena kamu sedang PDKT dengan Eno kan?”


“Kalau iya memang kenapa! Dalam segi materi Eno lebih punya dari kamu”


“Oke fine!!” Bentak Aldy pada Rere yang tidak terima dengan perlakuannya.


Aldy sangat kalut, dia merasa sangat kecewa hubungan yang dia jalani selama 1 tahun berakhir hanya karena orang ke tiga. Aldy sudah curiga dengan sikap Rere yang sudah berubah hampir sebulan yang lalu tapi kecurigaannya tertutupi oleh kegiatannya di kampus maupun di luar kampus. Aldy marah, kesal, sedih, semua rasa itu bercampur aduk dalam pikirannya. Bergegas Aldy pergi meninggalkan Rere yang masih duduk di pinggir lapangan. Ingin rasanya Aldy memukul Eno.


“Eno kan anak teater, dia pasti di gedung teater. Eno awas kamu!” gumam Aldy sambil mengepalkan kedua tangannya.


Sesampainya di gedung teater Aldy mencari Eno tapi dia tidak menemukannya. Keadaan gedung saat itu sangat sepi, ternyata hari itu tidak ada latihan teater. Segala penjuru tempat sudah dia lihat hingga matanya tertuju pada sebuah bangku di pojok kiri atas.


“Mungkan itu Eno” pikir Aldy.


Didekatinya sosok itu dan ternyata sosok itu bukanlah Eno melainkan seorang perempuan yang kelihatannya sedang menangis. Aldy merasa heran sedang apa wanita itu di gedung teater, sempat Aldy berfikir kalau wanita yang samar-samar dia lihat adalah hantu karena keadaan gedung teater agak gelap tapi cukup untuk melihat dan membedakan suatu benda.


Sedikit demi sedikit Aldy mendekati sosok wanita tersebut, jantungnya mulai berdegup tidak karuan. Aldy melupakan masalahnya dengan Rere dan Eno. Dia lupa apa tujuannya datang ke gedung teater, Aldy terlalu terpaku pada sosok wanita yang dia temui.


“Hey kamu,, Ka,,kamu setan apa manusia! Ka,,kalo manusia ja,,jawab!” ucap Aldy terbata-bata.


“Monyet lo gue dikatai setan! Pergi sana enggak tau apa gw ada masalah!!” Bentak cewek tersebut pada Aldy.


“Ya maaf,, habis ditempat seperti ini sendirian nangis pula. Gw pikir setan”


“Lah lo ngapain kesini! Uda tau tempat ini sepi”


“Gw kesini karena ada urusan dengan seseorang. Gw mau buat perhitungan dengan tuh orang!!”


“Terus nemu orangnya?”


“Enggak, yang gw temuin malah cewek galau disini lagi nangis bikin takut orang yang denger”


“Lo juga galau kan?! Ngaca dulu kakau ngomong!!”


“Galak amat,, boleh duduk disini gak?” Tanpa menunggu jawaban dari cewek tersebut Aldy duduk dibangku sebelah cewek tersebut.


“Apa!! Enggak terima? Semua cowok itu sama enggak punya hati”


“Hey kalau punya masalah ya uda simpan sendiri enggak usah melimpahkan ke orang lain. Lagian cewek juga sama enggak punya hati”


“Kamu bilang gini bilang gitu tapi intinya sama aja”


“Kalau boleh tau apa masalah lu?”


Cewek itu kemudian menceritakan masalahnya pada orang yang baru dikenalnya yaitu Aldy. Ternyata cewek itu mengalami hal yang sama dengan Aldy, baru saja diputusin pacarnya tapi masalahnya berbeda. Selama mereka pacaran cowok dari cewek itu sudah memiliki pacar selain dia. Si cewek ini hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadinya karena cewek ini terkenal cerdas di kampusnya. Tapi dari segi penampilan cewek ini cupu dan kurang dalam bergaul.


“Kalo bisa gw enggak mau dilahirin sebagai cewek cerdas. Gw pengen tampil modis dan punya banyak teman plus disukai banyak cowok” kata cewek itu.


“Terus kalo keinginan lo kesampaian apa hal itu akan merubah hidup lo lebih baik?! Apa orang tua lo banggak, apa cowok yang udah mutusin kamu itu akan menyesal seumur hidup?! Jalan hidup lo itu masih panjang, lo masih belum tau apa yang akan terjadi setelah ini dan lo masih belum menyadari potensi yang ada di diri lo. Mungkin sekarang yang lo rasain pahit tapi apa akan selamanya pahit? Enggak kan? Pasti suatu hari nanti ada manisnya”


“Thanks ya apa yang lo omongin ada benarnya juga. Kalau boleh tau orang yang lo cari itu siapa?”


“Orang yang gw cari itu Eno anak teater makanya gw cari kesini, lo kenal enggak sama dia?”


“Enggak! Apa pentingnya dia buat gw”


“Terus sama enggak pentingnya dengan gw?”


“Bukannya gitu tapi,,,” belum sempat cewek itu melanjutkan perkataanya Aldy menyelatnya.


“Nama gw Aldy. Nama lo siapa?” Aldy menjulurkan tangan kananya ke cewek itu.


“Nama gw Eky, lo enggak lupa kan? Tujuan lo datang kesini apa?” sembari berjabat tangan.


“Sayangnya gw udah lupa, dan menurut gw tujuan itu udah enggak penting lagi. Setelah mendengar curhatan lo gw jadi sadar ngapain gw terlalu ambil pusing. Udah enggak perduli gw sama mereka. Thanks ya”


“Thanks!! Untuk apa?”


“Ya karena udah menyadarkanku” sambil tersenyum pada Eky.


“Yaaa,,” ucap Eky.


“Udah dulu gw mau ke kantin. Lo enggak ikut?”


“Makasih gw mau disini aja”


KRUUUKKK,,,,,KKKK~~~


Bunyi perut dari Eky, betapa malunya Eky saat perutnya berbunyi. Wajar karena dia belum makan karena sibuk menangis di gedung teater lagi pula saat itu adalah jam makan.


“Bunyi apaan tuh!! Udah kamu ikut aku aja aku yang traktir” Celetuk Aldy pada Eky.


Sejak saat itu Aldy lebih sering bertemu dengan eky di kampus, lebih banyak ngobrol, sharing, dll. Aldy mendapatkan hal yang baru dalam hidupnya, kenyamanan. Dia merasa nyaman jika bersama Eky, bahkan setelah beberapa bulan mereka kenal keakraban mereka bukan hanya di kampus tapi diluar kampus pun juga. Eky sering mengikuti aktifitas Aldy, dan Aldy pun sering kerumah Eky untuk hanya sekedar bercanda atau belajar bersama. Meski mereka berbeda jurusan tapi kemampuan Eky cukup luas bisa disebut berbagi ilmu.

Rere yang melihat kedekatan Aldy dan Eky merasa tidak senang, bagaimana pun dulu Rere adalah bekas pacar Aldy jadi ada ketidak relaan di hati Rere jika Aldy dimiliki orang lain terutama Eky yang terlihat cupu dimata Rere. Ketika Eku berjalan di aula Rere menghadang Eky.

“Hey cewek cupu!” kata Rere sembari menatap Eky.

“Maaf apa sebelumnya kita saling kenal?” Ucap Eky penasaran.

“Apa penting gw kenal sama lu. Siapa juga yang mau berteman sama cewek yang jelek kayak lu!”

“Maksud lu apa?!! Apa gw punya masalah sama lu.”

“Enggak Cuma gw bingung aja, kenapa Aldy cowok paling popular di kampus ini mau deket sama lu. Gw Cuma ngasih saran aja mending lu jauhin Aldy deh!! Karena jika dia semakin lama deket sama lu maka dia akan kehilangan popularitasnya dan akan berganti menjadi si Aldy with cewek cupu. hahahah”

“Sumpah lawakan lu enggak asik! Garing!!” Eky berlalu begitu saja meninggalkan Rere. Eky merasa jengkel dengan Rere, hinaan yang Rere lontarkan membuat mood Eky menghilang. Ketika Aldy menyapa Eky, Eky hanya diam sambil melamun.

“Eky lu kenapa? Dari tadi diem aja, ada masalah ya?” Ucap Aldy yang penasaran dengan sikap Eky.

“Enggak apa-apa.”

“Lah terus kenapa aku dari tadi di diemin mulu?”

“Gw enggak apa-apa,,,,! Gw butuh sendiri mending sekarang lu pergi dan cari teman-teman lu yang sama populernya kayak lu”

“Lu kenapa sih?! Kita kan sahabat, kenapa harus tertutup sama gw”

“Gw Cuma ngasih saran aja supaya popularitas lu enggak ilang karena berteman sama gw. Udah mending lu pergi aja deh,,!! Mood gw ilang gara-gara lu ada disini”

“OK! Fine kalo itu maul u” Aldy lalu meninggalkan Eky. Aldy bingung dengan sikap Eky yang berubah. Dia penasaran sebenarnya apa yang terjadi dengan Eky.

Ternyata perkataan Rere pada Eky cukup mempengaruhinya. Sejak saat itu hubungan Eky dan Aldy mulai longgar, Eky selalu menghindari Aldy, selalu merejeck telepon dari Aldy. Aldy semakin bingung dengan sikap Eky.

“Eky sebenarnya apa yang terjadi sama kamu,,,,?”

Suatu hari Aldy menghadang Eky di depan aula. Saat Eky datang Aldy berdiri di depan Eky, menghadang langkahnya.

“Minggir gw mau lewat” Kata Eky.

“Gw mau ngomong sama lu” Tanpa basa-basi Aldy menyeret tangan Eky.

“Aww,, sakit Aldy!! Lepasin gw!” Eky terus diseret oleh Aldy menuju sebuah tempat.

“Kenapa lu bawah gw ketempat ini” Kata Eky.

Ternyata Aldy membawa Eky ke gedung teater tepat di bangku ketika Aldy pertama kali kenal dengan Eky.

“Kamu masih ingat gk dengan tempat ini” Ucap Aldy pada Eky.

“Kenapa Tanya gitu?!”

“Ini adalah tempat pertama kita kenal. Disinilah awal dari kedekatan kita” kemudian Aldy tertawa kecil sambil melanjutkan ceritanya pada Eky.

“Heheheh,,, pertama kali aku melihat mu ku pikir kamu hantu lalu kamu marah dengan tuduhan ku itu. Itu adalah kenangan yang tak bisa aku lupakan. Saat itu kita mempunyai masalah yang sama tapi aku merasa bersyukur” Aldy menghentikan ceritanya.

“Bersyukur kenapa?” Ucap Eky penasaran.

“Aku merasa bersyukur karena masalah itu dan tempat ini telah mempertemukan ku dengan seseorang. Seseorang yang ternyata membuat ku menjadi diriku yang lebih baik. Seseorang yang special dimataku yang mau menjadi sahabat terbaikku dan seseorang itu adalah orang yang saat ini mau mendengarkan ceritaku”

“Jadi intinya,,,?” Ucap Eky yang merasa bosan dengan omongan Aldy.

“Seseorang itu adalah kamu” kata Aldy sambil menatap Eky.

“Ohh,,,, aku terkejut. Udah ceritanya,,! 15 menit waktuku terbuang hanya untuk mendengarkan mu berbicara” Eky berdiri ingin meninggalkan Eky.

Tapi Aldy reflek memegang tangan Eky untuk menahannya pergi.

“Eky sampai kapan kamu terus begini?” Ucap Aldy memelas.

“Apa aku terlalu penting buat kamu. Padahal meski tanpa aku kamu masih bisa kan menjalani hidup”

“Kamu salah jika kamu berfikir seperti itu, bagiku kamu lebih dari penting. Aku merasa senang bersama mu, aku merasa bahagia bersamamu, bersamamu lebih dari sekedar indah, aku tak perna merasa seperti ini kamu beda dariyang lain, kamu adalah warna baru dalam hidup ku. Bagiku kamu seperti,,,,,,,” Aldy menghentikan kata-katanya.

“Seperti apa?” Ucap Eky.

“Seperti,,,,, seorang sahabat”

“Oh sahabat ya,,,!! Terus apa bedanya dengan sahabatmu yang lain.” Eky kemudian meninggalkan Aldy.

Disaat Eky hampir keluar Aldy melanjutkan kata-katanya.

“Bagiku kamu seperti seseorang yang special dihatiku karena aku sayang sama kamu”

Mendengar ucapan dari Aldy Eky merasa kaget dan hanya dapat terdiam kaku di sudut pintu yang mau dibukanya. Eky kemudian berbalik arah kembali ke hadapan Aldy untuk meyakinkan ucapan dari Aldy tadi.

“OK. Kita memang sudah cukup lama kenal tapi enggak mungkin orang yang sepopuler kamu bisa suka dengan gw yang jelek ini,,,,!!!”

“Aku enggak peduli, yang aku mau hanya kamu bukan orang lain. Apa kamu mau jadi pacarku Eky?”

“Maaf Aldy aku enggak bisa rasanya ini sangat aneh”

“OK. Aku terima jawaban mu enggak apa-apa jika kamu tidak suka dengan ku asalkan aku bisa bersama denganmu itu sudah cukup membuat ku bahagia dan aku akan selalu jawaban iya darimu. Akan ku buktikan bahwa aku tidak main-main, cintaku tulus untukmu. Jadi tolong jangan seperti kemarin, jangan mencoba meninggalkan ku. Tolong mengertilah aku karena aku butuh kamu Eky?” Aldy memegang tangan Eky.

Aldy memang membuktikan omongannya. Disaat Aldy mengajak Eky nonton ke bioskop aldy membawakan setangkai bunga ketika menjemput Eky dirumahnya. Itu adalah kencan pertama mereka.

“Jangan harap dengan menyogok ku dengan bunga lu bisa jadi pacar gw” Ucap Eky sinis pada Aldy.

“Heheh,,, aku tadi menemukannya dijalan. Aku sengaja membawakannya untukmu”

“Menemukan dijalan atau ditoko bunga?”

Perhatian khusus yang Aldy berikan ternyata semata-mata hanya ingin memperlakukan Eky secara istimewa. Disisi lain hubungan Rere dengan Eno mulai renggang, Eno mulai cuek dan terlalu sibuk dengan urusannya sendiri. hal itu membuat Rere bertanya-tanya “Sebenarnya apa yang terjadi dengan Eno” Rere tak kuasa menahan semua Tanya yang ada di kepalanya. Suatu hari Rere menyelidiki Eno. Rere mengikuti Eno ke suatu tempat yang tak dia kenal. Ternyata Eno menuju ke rumah yang Rere tidak tau itu rumah siapa? Betapa kagetnya Rere ketika dia melihat cewek keluar dari dalam rumah dengan dandanannya yang rapi kemudian memeluk Eno dengan mesra. Rere merasa kesal, marah, kecewa, semuanya bercampur aduk dalam fikirannya.

“Sebenarnya siapa cewek itu?” Ucap Rere dalam hati.

Rere mengikuti kemana mereka pergi, dari mall, restaurant, hingga sore harinya ke sebuah nighclub. Rere semakin jengkel dengan mereka berdua, amarahnya seakan-akan mau meledak. Setelah mereka keluar dari nighclub Rere mendekati mereka lalu mendorong Eno.

“Eno siapa dia!!” ucap Rere pada Eno dengan nada tinggi.

Eno hanya terdiam.

“Jawab siapa brengsek!!”

“Eh lu siapa? Eno itu cowok gw!” Hardisk cewek tersebut sambil mendorong Rere.

“Siapa lu. Eno itu cowok gw!!” Balas Rere mendorong cewek tersebut.

“Sudah kalian jangan bertengkar disini” Eno melerai kedua cewek tersebut.

“Jelasin dia siapa Eno?!” Rere mulai kesal.

“OK. Dia adalah cewek gw. Sekarang lu puas!!”

“Oh jadi gitu. Ternyata lu Cuma cowok brengsek ya?”

“Gw udah bosen sama lu, lu itu Cuma cewek cupu. Beda dengan dia, dan lebih menggairahkan dari pada lu. Sedangkan lu! Lu gw ajak ke nighclub aja enggak bisa, ini lah, tugas lah, baksos lah. Gw muak dan gw minta putus.”
“Apa! Putus!! OK. Fine kita putus!! Jangan perna cari gw lagi karena gw enggak mau melihat muka lu ada dihadapan gw!” Rere meninggalkan mereka berdua.

“Udah sayang ayo kita ke Hotel jangan urusin cewek gila itu,,”

“Dasar cowok brengsek!!!” Ucap Rere dalam hati.

Rere tidak menghiraukan kata-kata dari cewek tersebut. Rere merasa sangat terhina dengan kejadian tadi.

“Terkutuk kalian berdua! Dasar cowok brengsek!!!”

Disaat itu Rere tiba-tiba mengingat Aldy, betapa bersalahnya Rere pada Aldy dan berniat untuk balikan lagi dengan Aldy. Keesokan harinya Rere menunggu kedatangan Aldy di aula. Setelah dia melihat Aldy, Rere menghampirinya dan mengucapkan.

“Siang Aldy, udah lama ya kita enggak ketemu. Kamu udah enggak marah kan sama aku?”

“Pagi juga Rere, udalah itu kan Cuma masa lalu. Aku enggak perna marah kok sama kamu”

“Kamu sekarang mau kemana?”

“Aku mau ke kantin nih!!”

“Boleh aku ikud,,!”

“Boleh-boleh aja,,,”

Sesampainya di kantin Aldy duduk bersama Eky, Rere yang melihat Eky merasa rishi. Rere menganggap kehadiran Eky Cuma pengganggu pemandangan.

“Ya ampun,,, cewek cupu ini lagi, enggak kapok juga lu!” Ucap Rere pada Eky.

“Dia punya nama dan namanya bukan cewek cupu” Ucap Aldy pada Rere.

“Aldy kenapa lu bawah dia” Tanya Eky pada Aldy.

“Kalian sudah saling kenal ya,,,? Rere duduk sini. Eky udah pesan makanan?”

“Belum!!” Jawab Eky kesal.

“Rere lu mau pesan apa?” Tanya Aldy pada Rere.

“enggak usah udah kenyang!”

“OKE,, Eky kalo lu mau pesan apa?” Tanya Aldy pada Eky.

“Sama kenyangnya”

“Kalian berdua kenapa sih?!!” Tanya Aldy yang penasaran dengan sikap kedua cewek yang bersamanya.

“Aldy dia siapa?” Tanya Eky pada Aldy.

“Gw adalah Rere mantan pacarnya Aldy” sebelum Aldy menjawab tiba-tiba Rere menjawaab pertanyaan Eky.

“Oh pantes.” Ucap Eky sambil menatap Aldy.

“Aldy siapa cewek cupu ini” Tanya Rere pada Aldy.

“Dia,,,, Eky. Dia,,,,,, pacarku” Jawab Aldy.

Jawaban Aldy membuat Rere dan Eky kaget. Rere merasa kaget karena tidak percaya bahwa cewek cupu yang ada di depannya adalah pacarnya Aldy. Rere berfikir bahwa cewek cupu itu sama sekali tidak selefel jika menjadi pacar Aldy. Dan Eky merasa kaget karena Eky selama ini tidak menerima Aldy sebagai pacarnya kemudian Aldy tiba-tiba bilang bahwa dirinya adalah pacarnya.

Tiba-tiba suasana menjadi hening. Aldy yang merasa canggung kemudian pergi memesan makanan.

“Karena semuanya sudah kenyang dan kebetulan Cuma gw yang lapar jadi gw pesan makanan sendiri”

Susana semakin memanas ketika Aldy meninggalkan mereka berdua.

“Hey lu nyadar diri enggak sih! Aldy enggak mungkin suka sama lu. Yang pantas dengan Aldy adalah gw. Lu itu enggak level sama gw. Coba lihat diri lu! Udah cupu, jelek lagi”

Kemudian Aldy datang sambil membawa makanan yang dia pesan.

“Yakin kalian enggak mau makan?” Tanya Aldy

“Gw mau ke kelas dulu” Eky tiba-tiba berdiri ingin meninggalkan mereka.

“Eky lu mau kemana? tunggu gw” Aldy kemudian berdiri. Belum sempat menyusul Eky, Rere memegang taangan Aldy.

“Aldy lu mau kemana? Udalah,, biarin dia pergi. Kenapa juga sih lu belain cewek kayak dia” Ucap Rere sambil memegang tangan Aldy.

“Lepasin gw Re! Gw mau menyusul Eky”

“Enggak mau! Lagi pula kenapa sih lu belain cewek kayak gitu, udah cupu, jelek lagi! Mending sama gw”

“Lepasin gw Re!” Aldy melemparkan tangan Rere kemudian melanjutkan perkataannya.

“Maaf gw enggak bisa karena hati gw bukan lagi buat lu. Hati gw Cuma buat Eky. Eky lebih dari berharga dari pada lu. Seharusnya lu nyadar sebagai cewek enggak aka nada cowok yang tertarik dengan cewek yang kayak lu. kecuali lu merusaha untuk merubah diri untuk menjadi baik. Sory gw harus menyusul Eky dulu.” Aldy belalu begitu saja meninggalkan Rere yang masih memikirkan perkataan Aldy tadi.

 “Eky,,, Eky tunggu! Dengerin gw” Aldy mencoba mengejar Eky.

Aldy terus berteriak berharap Eky mendengarnya.

“Eky,,, Eky tunggu,,,!! Berhenti” Aldy memegang tangan Eky supaya Eky menghentikan langkahnya.

“Lepasin Aldy!!!”

“GW mau bicara” Aldy menyeret tangan Eky ke sebuah lorong.

“Lepas Aldy! Sakit tau!!”

“Eky,, ka,,kamu nangis?” Aldy melihat air mata menetes di pipi eky.

“Idih,, siapa yang nangis aku tadi Cuma kemasukan debu kok!”

“Udah kamu enggak usah bohong. Jangan-jangan Rere bicara hal yang macem-macem ya sama kamu,,,? Udah ya,, jangan dengerin dia cukup kamu dengerin kata-kata ku” Aldy memeluk Eky mencoba menenangkan hati Eky.

“Kenapa sih lu ngejar gw,,? Mending lu bersama dengan Rere yang gk cupu itu,,!”

“Aku lebih memilih yang cupu tapi baik dari pada cantik tapi sombong. Eky jangan percaya kata-katanya ya? Hati ku untuk mu enggak akan berubah kok. Aku sayang banget sama Eky.”

“Thanks ya Aldy,,” Tanpa sadar Eky membalas pelukan Aldy.

“Eky enggak usah berterima kasih. Karena aku tulus melakukan semua ini”

Rere yang melihat Aldy berpelukan dengan Eky semakin kesal. Rere ingin menghancurkan hubungan mereka.

“Enggak ada yang boleh milikin Aldy kecuali gw” Ucapnya dalam hati.

Rere sangat kesal dengan Eky dan berencana untuk mencelakai Eky. Seusai pulang kampus Rere menunggu Eky lewat di dalam mobilnya. Setelah Rere melihat Eky lewat, Rere menancap mobilnya dengan kencang lalu menabrakannya ke Eky.

~BROOOOMMMM~~

“Gyaaaaa,,,,,,” Eky menjerit melihat mobil menghampirinya dengan kencang.

BRUAAAKKKKK

Eky terpentan di jalan mukanya penuh dengan darah dan kaki kirinya patah. Rere buru-buru meninggalkan TKP. Eky dibawah ke UGD mendapat perban di muka, kaki dan tangannya. Karena lukanya yang parah Eky harus menginap kurang lebih 3 bulan di rumah sakit. Aldy yang mendengar kabar Eky kecelakaan langsung ke rumah sakit. Betapa khawatirnya Aldy saat itu, Aldy sangat sedih melihat orang yang dia sayangi hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur. Aldy mencari tau siapa yang menabrak Eky, meski tidak ada saksi yang melihat siapa orang yang menabrak di dalam mobil itu tapi seorang saksi melihat nomor plat mobil tersebut. Dan nomor plat mobil itu adalah milik mobil Rere, dihampirinya Rere di tempat biasa dia nongkrong.

“Aldy lu nyari gw ya,,,” Ucap Rere sambil senyum.

“Udah hentikan senyum palsu lu. gw gk nyangka lu bisa melakukan hal sekejam itu. Emang Eky salah apa sih sama lu?! tega-teganya lu sampai nabrak dia”

“Maksud kamu apa Aldy?” Ucap Rere pura-pura tidak tau.

“Kalo lu punya nyali mending lu datang ke rumah sakit untuk minti maaf dengan Eky. Cuma itu aja yang ingin gw sampaikan” Aldy lalu meninggalkan Rere.

Aldy kembali kerumah sakit menjaga dan menuggu Eky. Hampir dua minggu Aldy tidak pulang karena menjaga Eky, sesekali dia keluar untuk mandi dan makan, kadang juga Aldy keluar mengambil uang ke ATM. Betapa setianya Aldy menunggu Eky sampai pulih bahkan meminta salah satu dokter untuk membuatkan suarat ijin sakit ke kampusnya. Demi Eky dia rela melakukan apa saja, Aldy yang membayar semua biaya administrasi rumah sakit. Ketika Eky sudah mulai sadar betapa senangnya Aldy.

“Aldy emang gw pingsan uda berapa hari?” Tanya Eky pada Aldy.

“Kira-kira udah hampir dua minggu Eky” Jawab Aldy.

Aldy benar-benar menjaga Eky bahkan setelah 2 bulan Eky ada di rumah sakit Aldy senantiasa menjaganya. Aldy membawa Eky jalan-jalan dengan kursi roda, menyapinya makan, membacakan novel kesukaan Eky ketika Eky mau tidur. Aldy jarang pulang kecuali Eky yang memintanya.

“Lihat ni ky aku bawa apa? Novel kesukaan kamu. Aku bacaain ya,,,!” Ucap Aldy sambil membuka Novel.

“Lu mau membacakan Novel ketika aku mau tidur?”

“Iya, emang kenapa?”

“Lu kayak emak-emak.”

“Apa katamu!!” Ucap Aldy kaget.

“Iya! Biasanya kalo emak-emak sebelum anaknya tidur apa yang dia lakukan?”

“Bacain dongeng supaya anaknya tidur” Jawab Aldy.

“Ya kayak kamu sekarang”

“Eky!!! Kamu,,!!! Awas ya,,,” Ucap Aldy sambil mengepalkan tangan dihadapan Eky.

“Udah dulu aku mau tidur” Eky memalingkan muka sembari menutup ke dua matanya.

“Hey Eky aku belum selesai!! Ya udah aku juga mau tidur.” Aldy merasa kesal sambil menata selimutnya di sofa.

Itu adalah pengalaman pertama Aldy membacakan novel untuk Eky tapi setelah malam berikut dan seterusnya Eky selalu mendengarkan Aldy membacakan novel untuknya sampai dia merasa ngantuk. Eky merasa senang ada Aldy yang selalu menemaninya, ada disaat dia senang, ada disaat dia sedih. Eky mengingat saat dia pertama bertemu dengan Aldy, mengingat kata-katanya. Kata-kata yang di ingat Eky oleh Aldy saat itu adalah “Jalan hidup lu itu masih panjang, lu masih belum tau apa yang akan terjadi setelah ini dan lu masih belum menyadari potensi yang ada di diri lu.” Kata-kata itu lah yang membuat Eky merasa punya harapan baru. Entah harapan itu Aldy? Terkadang terbesit difikiran Eky.

Pagi hari ketika Aldy mencari kopi Aldy melihat Rere berjalan di lorong rumah sakit kemudian menghampiri aldy lalu berkata pada Aldy.

“Kamarnya Eky ada dimana Aldy?”

“Kenapa? Apa kamu mau cari gara-gara lagi?!” Jawab Aldy sinis.

“Bukan karena itu,, aku mau menjenguk dan sekaligus minta maaf dengan Eky”

“Apa yang membuatmu berubah drastic seperti ini?”

“Aldy enggak selamanya orang akan jahat aku sudah menyadari bahwa apa yang selama ini aku lakukan salah dan aku ingin menebus semua kesalahan ku selama ini dan langkah awal ku adalah minta maaf pada semua orang terutama kamu Aldy. Aku minta maaf, sungguh sangat minta maaf” Rere berlutut di depan Aldy. Hal itu membuat Aldy jadi merasa tidak enak.

“Sudah Rere ayo berdiri. Aku sudah memaafkan mu sudah lama sekali”

"Terima kasih Aldy,,”

“Sekarang ayo ikut aku akan aku tunjukan kamar Eky” Aldy dan Rere berjalan bersama menuju ke kamar Eky.

Rere berubah setelah dia bertemu dengan Hanif Pacar baru Rere. Hanif sangat baik dan soleh, Hanif selalu menjadi sosok yang bijak bagi Rere selalu mencerahkan fikirannya dari hal-hal negative. Awal perkenalan mereka Rere membenci Hanif tapi setelah melihat kesabaran dan kedewasaan Hanif membuat hati Rere luluh. Sebelu mereka berkencan Hanif selalu mengajari Rere mengaji selama 1 jam. Setelah itu merekapergi ke luar. Hanif bukan lah seorang ustad atau anak kiayi melainkan Hanif adalah mahasiswa jurusan ke agamaan.

“Eky ada seseorang yang mau menemuimu” Ucap Aldy sambil menunjukan siapa yang datang.

“Eky bagaimana keadaanmu,, apa baik-baik saja?” Sapa Rere pada Eky.

“Eh Rere ya,,,!! Aku baik-baik saja. Lalu dengan mu sendiri bagaimana dengan keadaanmu,,,”

Tiba-tiba Rere memeluk Eky.

“Eky maaf atas semua kesalahanku pada mu. Selama ini aku hanya menyusahkan hidupmu saja” Rere mengeluarkan air mata.

“Kamu bicara apa Rere,,, kamu enggak perna berbuat salah kok sama aku. Terima kasih ya sudah menjenguk ku,,, kamu adalah teman yang baik”

Rere terkejut dengan ucapan Eky. Eky sangat baik hati, bahkan Eky melupakan semua apa yang terjadi antara dirinya dengan Rere.

“Seharusnya aku yang berterima kasih dan aku yang seharusnya berkata kamu lah teman yang baik. Dan masalah orang yangmenabrak mu itu,,,,” Sebelum Rere meneruskan kata-katanya Eky memeotong perkataan Rere.

“Soal orang yang menabrak ku aku juga sudah memaafkan orang itu. Mungkain orang itu tidak sengaja, kalaupun sengaja aku akan tetap memaafkannya.” Ucap Eky dengan senyum manis di pipinya.

Rere merasa kagum dengan Eky begitu pula dengan Aldy, Aldy yang melihat dari belakang merasa bangga dan kagum pada Eky. Aldy menjadi semakin mencintai Eky, meski terkadang Eky cuek dan jutek tapi dibalik semua itu ternyata Eky adalah pribadi yang sangat baik hati. Rere menagis sambil memeluk Eky.

“Terima aksih ya Eky,,,”

Pada hari itu perubahan  pun terjadi. Dulu Rere yang memusuhi Eky kini menjadi sahabat baginya. Rere sering menjenguk Eky di rumah sakit membawakannya buah, kadang buku novel kesukaanya. Eky sudah tidak lagi menggunakan kursi roda kini Eky memakai tongkat berjalan, Eky sudah mulai belajar untuk menopang tubuhnya sambil dibantu Aldy disisi kanan dan Rere disisi kiri.

Suatu hari ketika Eky dan Aldy jalan-jalan di sekitar rumah sakit, saat itu Rere tidak bersama dengan mereka karena Rere sedang ada di kampus. Tiba-tiba Aldy berlutut dihadapan eky sambil berkata.

“Eky ini untuk yang ke dua kalinya kamu mau tidak menjadi pacarku?”

Eky hanya tersenyum kecil melihat tingkah laku yang dilakukan Aldy.

“Baik lah untuk kali ini aku mau menjadi pacarmu. Sayang,,,”

“Akhirnya,,,,, kamu menerima ku. Aku sanyang banget sama kamu, aku akan jaga kamu selama,,,lama,,,lama,,,lamanyaaa,,,,” Aldy memeluk Eky karena bahagia.

“Eh!! Sesak jangan terlalu kencang. Ihh,,, dasar mesum! Lepasin gk!!”

“Apa katamu, baru semenit aku bahagia kamu udah buat aku kesel” Aldy tiba-tiba melepaskan pelukannya.

“Heheh,, piece,,piece,,, sayang ku marah ya,,,” Eky tertawa kecil.

Tiga bulan setelah itu Eky sudah bisa berjalan dan tinggal perban yang membalut di mukanya. Rencananya hari ini perbannya di buka. Semua orang berada di kamar Eky, Aldy, Rere, dan keluarga Eky. Saat perban Eky dibuka betapa kagetnya semua orang yang ada di dalam kamar. Bintik-bintik hitam yang ada di pipi Eky sudah menghilang, hanya tertinggal beberapa noda bekas tabrakan.

“Setelah di konsultasikan dengan dokter spesialis kulit pasti noda yang ada di pipi Eky akan menghilang jadi jangan terlalu khawatir”

Aldy terpesona melihat orang yang dicintainya ternyata sangat cantik, bahkan lebih cantik dari Rere dulu. Tubuh Eky pun berubah, dulu tubuh Eky yang kurus kini berubah menjadi lebih berisi. Eky saat itu benar-benar telihat sempurna. Rere pun juga kaget melihat semua itu.

2 bulan kemudian Eky siap memulai aktifitasnya seperti biasa seperti ngampus. Setelah dikonsultasikan dengan dokter spesialis kulit wajah, wajah Eky putih mulus dan bersih. Pertama Eky memulai ngampus seluruh mata tertuju padanya. Setiap cowok yang melihatnya pasti tak lepas dari memandang Eky, bahkan Aldy merasa cemburu dengan hal tersebut.

Tiga tahun setelah itu mereka lulus dengan gelar S2. Aldy bekerja di sebuah perusahaan sebagai Alisis system, Eky ke Bandung magang selama 4 bulan disebuah sekolah ternama di Bandung, dan Rere menikah dengan Hanif.

Aldy berencana melamar Eky di ulang tahunnya yang ke 23 setelah kepulangannya dari Bandung. Setelah Eky pulang dari Bandung rencana Aldy pun dijalankan. Di hari ulang tahunnya Eky, Aldy mengajak Eky jalan-jalan tetapi Eky merasa kesal dengan Aldy karena Aldy sama sekali tidak mengucapkan selamat ulang tahun padanya padahal Eky sangat senang sekali ketika Aldy tadi pagi jam 07.00 WIB menjemputnya. Bahkan Aldy tidak memberi kado apapun pada Eky. Malam harinya sekitar jam 16.30 WIB Aldy menelpon Eky.

“Malam sayang,,, hari ini menyenangkan gk?” Ucap Aldy di telepon.

“Malam juga, enggak,, sama sekali!” Eky merasa kesal.

“Sayang kenapa?”

“Kamu tau gk hari ini hari apa? Apa kamu udah lupa?”

“Lupa apa sayang? Aku gk perna lupa kok. Udah liat kotak pos?”

“Kotak pos? emang ada apa?”

“Udah kamu lihat aja,,,”

“Ya udah kalo gitu aku lihat dulu” Eky menuju ku kotak pos.

Sesampainya di kotak pos depan rumahnya Eky membuka kotak pos.

“Sayang apa ini?” Eky memegang sebuah surat dan sebuah kotak kecil dibungkus dengan kertas kado.

“Udah kamu bukanya di dalam aja?”

Eky kemudian beranjak menuju kamarnya, dengan penasaran Eky menuju ke kamarnya sambil membolak-balik benda yang ada di tangannya.

“Sayang aku buka kadonya ya?” Ketika Eky membuka kertas dari kotak tersebut terlihatlah sebuah kotak berwarna merah. Dibukanya kotak tersebut dan ternyata isinya adalah cincin.

“Sayang kamu kasih aku cincin? Kenapa kok ngasih aku cincin sih,,,?”

“Udah di buka ya,,, aku enggak tau cincin itu bakal muat di jari kamu, moga aja muat. Sekarang baca deh isi surat yang aku kasih”

Di bukanya isi surat itu oleh Eky. Dan isi surat itu seperti ini.
To Eky Sayang

Happy Birth Day Sayang maaf tidak memberi tahumu akan kejutan yang aku buat ini. Maaf juga pagi-pagi mengajakmu jalan tapi tidak mengucapkan dan memeberi kado apa-apa. Sebenarnya inilah kado yang aku siapkan selama ini untukmu selama ini, aku sengaja kirimkan lewat pos. Kamu pasti bingung apa maksud dari kado yang sedang kamu pegang itu. Sebenarnya ini adalah bentuk dari keseriusan aku ke kamu, kita udah pacaran hampir 3 tahun dan aku ingin meresmikan hubungan ini kea rah yang lebih baik yaitu pernikahan. Eky sayang will u marry me.

Deg! Seakan-akan itulah bunyi jantung Eky ketika membaca isi surat tersebut. Tidak ada kata-kata yang terlontar di bibir Eky. Eky hanya bisa diam mematung.

“Halo,,Sayang sudah dibaca isi suratnya? Sayang,,, halooo,, apa kamu tidak apa-apa? Sayanggg,,,,sayangggg” Berkali-kali Aldy memanggil nEky tapi Eky tidak merespon sama sekali.

Aldy mulai khawatir “Kenapa dengan Eky?” Aldy merasa bingung, entah apa yang harus dia lakukan.

“Sayang kamu enggak apa-apa kan?” Aldy mulai panik.

“Aku enggak apa-apa kok sayang,,,” Jawab Eky sambil menangis.

“Sayang kamu menangis? Maaf jika aku salah”

“Apa aku tidak boleh menangis karena bahagia. Terima kasih ya sayang ini kado yang sangat special aku enggak akan melupakan ini seumur hidup aku. Aku,,, aku,,, sayang banget sama kamu”

“Aku juga sayang banget sama kamu. Jadi gimana sayang apa jawabannya?”

“Kamu masih ingat gk waktu pertama kali kita bertemu apa yang kamu katakana waktu itu sama aku?”

“Udah lama sayang aku udah lupa, maaf ya,,,,!”

“aku mencatat kata-kata kamu waktu itu”

“Kamu mencatatnya sayang!!”

“Iya karena kata-kata itulah yang membuat ku yakin ada harapan baru yang lebih indah. Dan kata-kata itu adalah seperti ini. (Jalan hidup lu itu masih panjang, lu masih belum tau apa yang akan terjadi setelah ini dan lu masih belum menyadari potensi yang ada di diri lu. Mungkin sekarang yang lu rasain pahit tapi apa akan selamanya pahit? Enggak kan? Pasti suatu hari nanti ada manisnya.) Dan apa yang dulu kamu ucapkan menjadi nyata, dan orang yang membuatnya nyata adalah kamu sayang. Aku mau menikah denganmu.”

Akhirnya Aldy menikah dengan Eky, mereka sangat bahagia hingga kebahagiaan itu bertambah setelah kelahiran anak pertama mereka yaitu Tomy.

------------------TAMAT--------------------